Icon
Mitra Industri SMK Negeri Jenawi
SMK Negeri Jenawi

Informasi Kegiatan Guru

Membangun Karakter dan Semangat Kebersamaan: SMKN Jenawi Gelar Sosiokultural Capacity Building 2026
14 Jul 2026 Fia Nur Habibah, S. Pd
Membangun Karakter dan Semangat Kebersamaan: SMKN Jenawi Gelar...
Pada tanggal 25 Mei 2026, seluruh warga sekolah SMK Negeri Jenawi berkumpul di lingkungan yang asri, Taman Hutan Raya (Tahura) Mangkunagoro, Karanganyar. Hari itu menjadi momen istimewa dalam rangka pelaksanaan kegiatan Sosiokultural Capacity Building 2026. Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk membantu, membimbing, serta mengembangkan potensi diri siswa, sekaligus mempererat tali persaudaraan antarwarga sekolah melalui kolaborasi yang dinamis di alam terbuka. Kegiatan berlangsung dengan suasana yang penuh kegembiraan namun tetap terarah. Acara dimulai dengan senam bersama sebagai pembuka untuk membangkitkan semangat dan kebugaran fisik. Setelah itu, para peserta terlibat dalam serangkaian outbound permainan edukatif yang menantang. Keceriaan semakin memuncak saat sesi game show dan yel-yel, di mana kreativitas dan kekompakan setiap kelompok benar-benar diuji. Tak hanya sekadar bermain, berbagai lomba dirancang untuk menumbuhkan nilai-nilai karakter yang kuat, seperti disiplin, kerjasama tim, dan ketangkasan. Peserta dengan antusias mengikuti berbagai tantangan menarik, mulai dari lomba menyeberangi pulau, jalan rintang, merayap, lompat zig-zag, hingga pesan berantai. Setiap tantangan tersebut dirancang untuk melatih strategi, kesabaran, dan kepercayaan antaranggota kelompok dalam mencapai tujuan bersama. Melalui Sosiokultural Capacity Building 2026 ini, diharapkan karakter disiplin yang telah ditanamkan dapat terus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Semangat kerjasama dan kolaborasi yang terbentuk di Tahura Mangkunagoro diharapkan menjadi fondasi yang kuat bagi seluruh warga sekolah untuk terus berprestasi dan menghadapi tantangan di masa depan dengan penuh rasa percaya diri. Mari terus melangkah maju, SMK Negeri Jenawi Bisa!
Breaking the Ice, Ready to Shine: Langkah Awal Seru Kelas XI AKL 1 SMKN Jenawi Menyambut Tahun Ajaran Baru
13 Jul 2026 FERONIKA FEBRI LARASATI, S.Pd.
Breaking the Ice, Ready to Shine: Langkah Awal...
JENAWI – Memasuki tahun ajaran baru, suasana hangat namun masih diselimuti rasa malu-malu terlihat di ruang kelas XI Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) 1 SMKN Jenawi pada Senin, 13 Juli 2026. Pertemuan pertama mata pelajaran Konsentrasi Keahlian (KK) Bank kali ini sengaja dikemas secara interaktif melalui kegiatan bertajuk "Breaking the Ice, Ready to Shine". Diampu oleh Ibu Feronika Febri Larasati, S.Pd., kegiatan ini dirancang khusus untuk mencairkan kekakuan, memberikan dukungan awal, serta membimbing kesiapan mental murid sebelum menyelami materi pembelajaran selama satu tahun ke depan. Untuk membangun ketenangan batin, Ibu Feronika mengajak para murid melakukan sesi "jangkar emosi". Ruang kelas seketika hening saat seluruh murid memejamkan mata, meletakkan tangan di dada, dan mengatur napas secara perlahan selama satu menit. Melalui helaan napas terakhir, mereka diajak untuk melepaskan segala kekhawatiran dan penyesalan yang tersisa demi menyambut tantangan baru di kelas XI. Suasana canggung perlahan mulai terkikis saat masuk ke sesi permainan Two Truths and One Lie. Tidak hanya menebak fakta tentang guru, para murid juga aktif menuliskan tiga hal tentang diri mereka sendiri, sementara rekan sekelasnya bertugas memvalidasi dua hal yang benar di antaranya. Permainan ini sukses memancing senyum dan membangun kedekatan antar-teman. Keterbukaan murid semakin mendalam saat mereka mengisi Wall of Hope and Fear secara digital melalui platform Mentimeter. Lewat media ini, murid tidak hanya menuangkan ketakutan dan penyesalan terpendam—seperti perasaan salah jurusan atau salah memilih sekolah—tetapi juga menuliskan harapan besar mereka untuk pembelajaran ke depan. Banyak di antaranya yang mendambakan suasana kelas yang segar dengan adanya ice breaking sebelum mulai belajar. Menanggapi respon tersebut, Ibu Feronika dengan penuh empati memvalidasi emosi murid sekaligus menjadikan aspirasi mereka sebagai masukan berharga. Bagi beliau, suara murid ini menjadi motivasi untuk terus berbenah dalam menyajikan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan. Di sela-sela diskusi yang menyentuh dan keseruan permainan Two Truths and One Lie tersebut, Ibu Feronika memberikan suntikan semangat dan menegaskan bahwa tidak ada kata terlambat untuk bertumbuh. Beliau berpesan bahwa komunikasi yang baik adalah kunci sukses dalam belajar, dan berharap para murid bisa lebih proaktif serta percaya diri dalam berproses. Setelah motivasi tersebut tertanam, kegiatan dilanjutkan dengan ruang negosiasi kesepakatan kelas bersama murid serta pemaparan peta jalan (roadmap) materi KK Bank selama satu tahun ke depan. Pertemuan perdana yang bermakna ini pun diakhiri dengan sesi foto bersama yang penuh dengan senyuman baru. Melalui kegiatan pembuka yang inspiratif ini, SMKN Jenawi berharap seluruh murid kelas XI AKL 1 dapat mengikis keraguan mereka dan menjalani proses belajar dengan optimisme tinggi. Semoga langkah awal yang penuh keterbukaan, kolaborasi positif, dan komitmen bersama untuk menciptakan kelas yang menyenangkan ini menjadi batu loncatan bagi para murid untuk terus bersinar dan menggali potensi terbaik mereka. Selamat belajar dan mari bersiap untuk bersinar bersama!
SMKN Jenawi Perkuat Link and Match Dunia Kerja melalui Kerja Sama dengan PT Insani Prima Konsultindo Surakarta
10 Jul 2026 Viki Ari Setiaji
SMKN Jenawi Perkuat Link and Match Dunia Kerja...
Surakarta – SMK Negeri Jenawi terus memperkuat sinergi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) melalui penandatanganan kerja sama dengan PT Insani Prima Konsultindo (IPK) Surakarta, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa konsultasi akuntansi, perpajakan, keuangan, dan manajemen perusahaan. Perusahaan ini merupakan pengembangan dari Kantor Konsultan Pajak Akuntax yang telah berdiri sejak tahun 2000 dan berkembang menjadi PT Insani Prima Konsultindo pada tahun 2015. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, khususnya pada kompetensi keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga, agar selaras dengan kebutuhan dunia industri. Melalui kemitraan tersebut, siswa akan memperoleh kesempatan belajar langsung dari praktisi, mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL), pembelajaran berbasis industri, hingga memperoleh wawasan mengenai perkembangan dunia akuntansi, perpajakan, dan bisnis. SMK Negeri Jenawi menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan lulusan yang kompeten, profesional, dan siap memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan. Sinergi antara sekolah dan industri diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual sehingga siswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Sementara itu, pihak PT Insani Prima Konsultindo menyambut baik kerja sama tersebut. Menurut perwakilan perusahaan, dunia industri membutuhkan lulusan SMK yang memiliki kemampuan teknis, karakter kerja yang baik, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan regulasi di bidang akuntansi maupun perpajakan. Oleh karena itu, perusahaan siap mendukung berbagai program pengembangan kompetensi siswa melalui pendampingan, berbagi pengalaman, serta kegiatan pembelajaran yang relevan dengan praktik di lapangan. Melalui kemitraan ini, SMK Negeri Jenawi berharap hubungan dengan PT Insani Prima Konsultindo dapat terus berkembang menjadi kolaborasi yang berkelanjutan, mulai dari penyelarasan kurikulum, program guru tamu, PKL, hingga rekrutmen lulusan. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam menciptakan pendidikan vokasi yang adaptif, inovatif, dan benar-benar selaras dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga lulusan SMKN Jenawi semakin siap bersaing di era industri modern.
Monitoring PKL SMKN Jenawi di PT BPR Bank Daerah Karanganyar dan Akuntax Surakarta, Pastikan Siswa Siap Menjadi Talenta Profesional
10 Jul 2026 Viki Ari Setiaji
Monitoring PKL SMKN Jenawi di PT BPR Bank...
Karanganyar – SMK Negeri Jenawi terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang kompeten dan siap memasuki dunia kerja melalui kegiatan monitoring Praktik Kerja Lapangan (PKL). Monitoring kali ini dilaksanakan di dua mitra industri, yaitu Akuntax Surakarta, perusahaan konsultan pajak dan bisnis, serta PT BPR Bank Daerah Karanganyar (Perseroda), lembaga jasa keuangan yang melayani masyarakat Kabupaten Karanganyar. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau perkembangan kompetensi, kedisiplinan, dan etos kerja peserta didik selama menjalani PKL. Kegiatan monitoring dilakukan oleh guru pembimbing PKL SMKN Jenawi dengan berdialog langsung bersama pembimbing industri dan para peserta didik. Selain mengevaluasi pencapaian kompetensi, kunjungan ini juga menjadi sarana memperkuat sinergi antara sekolah dan Dunia Usaha/Dunia Industri (DUDI) agar pembelajaran di sekolah semakin selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Selama di Akuntax Surakarta, siswa memperoleh pengalaman nyata dalam bidang administrasi perpajakan, pembukuan, serta pelayanan kepada klien. Sementara itu, di PT BPR Bank Daerah Karanganyar (Perseroda), peserta didik mendapatkan kesempatan mempelajari operasional perbankan, pelayanan nasabah, administrasi keuangan, hingga penerapan budaya kerja profesional sesuai standar industri. Pihak Akuntax Surakarta memberikan apresiasi terhadap performa siswa SMKN Jenawi. Menurut pembimbing industri, para siswa menunjukkan sikap disiplin, memiliki kemauan belajar yang tinggi, cepat beradaptasi dengan lingkungan kerja, serta mampu melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Hal senada juga disampaikan oleh pihak PT BPR Bank Daerah Karanganyar (Perseroda). Mereka menilai peserta PKL dari SMKN Jenawi memiliki etika kerja yang baik, sopan dalam melayani, komunikatif, serta mampu bekerja sama dengan karyawan. Pihak perusahaan berharap kerja sama dengan SMKN Jenawi dapat terus berlanjut sebagai upaya mencetak sumber daya manusia yang siap kerja dan berdaya saing. Melalui kegiatan monitoring ini, SMKN Jenawi berharap pelaksanaan PKL tidak hanya menjadi pemenuhan kurikulum, tetapi juga menjadi pengalaman berharga yang membentuk karakter, meningkatkan kompetensi, serta menyiapkan lulusan yang unggul, profesional, dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. "PKL bukan sekadar belajar di tempat kerja, tetapi menjadi jembatan bagi siswa untuk mengenal budaya industri, mengasah keterampilan, serta membangun karakter profesional sejak dini."
Nakhoda Baru di Gerbang Sekolah: Menyusun Kompas Kinerja SMKN Jenawi 2026/2027
10 Jul 2026 Nirwana Puji Astuti,S.E.
Nakhoda Baru di Gerbang Sekolah: Menyusun Kompas Kinerja...
Lonceng tahun pelajaran baru telah bergaung di lereng Gunung Lawu, menandai babak baru perjuangan edukasi di SMK Negeri Jenawi. Sebagai institusi vokasi yang terus bergerak dinamis, awal tahun ajaran selalu menjadi momentum krusial untuk menata barisan. Di sinilah seluruh fondasi setahun ke depan diletakkan, di mana visi besar sekolah mulai diturunkan menjadi aksi-aksi nyata yang siap dieksekusi. Menyambut tantangan global dan kurikulum yang terus berkembang, SMKN Jenawi menggelar rapat pleno pembagian tugas guru dan karyawan untuk Tahun Pelajaran 2026/2027. Pertemuan ini bukan sekadar rutinitas birokrasi di atas kertas, melainkan sebuah ritual penting untuk merajut sinergi, menyamakan persepsi, dan memetakan potensi terbaik dari setiap SDM yang dimiliki sekolah. Tujuan utama dari rapat kerja ini adalah demi menjamin tata kelola tata pamong yang akuntabel, transparan, dan tepat sasaran (*right man on the right place*). Melalui pembagian jam mengajar, tugas tambahan, serta ploting staf administrasi yang matang, sekolah berkomitmen untuk mengoptimalkan layanan pembelajaran bagi peserta didik. Selain itu, kejelasan tupoksi ini dirancang untuk meminimalisasi tumpang tindih peran dan memacu produktivitas kerja di semua lini. Geliat ruang rapat hari ini tampak begitu hidup, dihadiri oleh seluruh elemen penting penggerak roda sekolah. Mulai dari Kepala SMKN Jenawi, jajaran wakil kepala sekolah, seluruh guru mata pelajaran umum maupun produktif, hingga rekan-rekan tenaga kependidikan (karyawan tata usaha, pustakawan, dan laboran) duduk bersama dengan semangat yang sama. Kehadiran penuh ini mencerminkan komitmen kolektif yang kuat demi memajukan mutu pendidikan vokasi di wilayah Jenawi. Suasana rapat berlangsung hangat namun tetap sarat akan diskusi taktis yang profesional. Setiap lini melontarkan ide, mengevaluasi kendala tahun lalu, dan menyepakati target-target baru yang lebih menantang untuk setahun ke depan. Proses pembagian SK (Surat Keputusan) tugas pun berjalan lancar, diiringi dengan pemaparan kalender akademik serta target capaian rapor pendidikan sekolah. Di balik lembaran tugas yang dibagikan, tersimpan tanggung jawab besar untuk mencetak generasi muda yang kompeten, berkarakter, dan siap kerja. Guru bukan lagi sekadar pengajar, melainkan fasilitator masa depan, sementara karyawan menjadi tulang punggung operasional yang memastikan seluruh sistem pendukung berjalan tanpa cela. Sinergi erat antara pendidik dan tenaga kependidikan inilah yang menjadi modal utama sekolah. Rapat kerja ini ditutup dengan sebuah kesimpulan mutlak: keberhasilan Tahun Pelajaran 2026/2027 tidak bergantung pada kekuatan individu, melainkan pada soliditas kerja tim. Dengan struktur tugas yang telah disepakati bersama, SMK Negeri Jenawi kini resmi memiliki kompas kerja yang jelas, siap berlayar mengantarkan seluruh peserta didik menuju gerbang kesuksesan dan mengukir prestasi yang lebih gemilang.
Seminar Sehari Bahasa Jawa "Cak-Cakaning Basa Jawi Ingkang Laras Lan Leres Minangka Sarana Pasrawungan Bebrayan"
9 Jul 2026 Harjanto, S.Kom
Seminar Sehari Bahasa Jawa "Cak-Cakaning Basa Jawi Ingkang...
Bahasa Jawa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan cerminan etika, budi pekerti, dan tatanan sosial masyarakat. Di era modern ini, tantangan dalam menjaga kelestarian pengaplikasian bahasa Jawa yang sesuai dengan konteks sosial (laras) dan kaidah yang benar (leres) semakin besar. Oleh karena itu, Seminar Sehari Bahasa Jawa ini diselenggarakan sebagai wadah edukatif untuk menguatkan kembali pemahaman masyarakat, pendidik, dan generasi muda mengenai pentingnya berbahasa Jawa yang santun sebagai sarana interaksi sosial (pasrawungan bebrayan).Pada kegiatanSeminar Sehari Bahasa Jawa: "Cak-Cakaning Basa Jawi Ingkang Laras Lan Leres Minangka Sarana Pasrawungan Bebrayan". Kegiatan tersebut dilaksanakan Rabu, 8 Juli 2026 Waktu: Pukul 08.00 – 14.00 WIB bertetempat: Gedung PGRI Kabupaten Karanganyar. Narasumber dan Materi Kegiatan seminar ini dibagi menjadi dua sesi materi utama yang disampaikan oleh para pakar di bidangnya: Sesi Pertama (I) Narasumber: Drs. Teguh Jatmiko, M.Pd Fokus Materi: Mengupas tuntas landasan teoritis dan sosiolinguistik mengenai konsep laras (kesesuaian konteks/tempat/situasi) dan leres (kebenaran tata bahasa) dalam penerapan bahasa Jawa sehari-hari. Sesi Kedua (II) Narasumber: Bapak H. Budi Widayanto, S.Pd Fokus Materi: Implementasi praktis, tantangan di lapangan, serta strategi kontekstual dalam menggunakan bahasa Jawa sebagai sarana komunikasi (pasrawungan) di lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat luas (bebrayan). Kegiatan dimulai tepat pukul 08.00 WIB diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan sambutan-sambutan. Sesi pertama bersama Bapak Drs. Teguh Jatmiko, M.Pd berlangsung interaktif, memberikan pemahaman mendalam tentang tata krama (unggah-ungguh) yang mulai luntur. Setelah jeda istirahat, acara dilanjutkan dengan sesi kedua bersama Bapak H. Budi Widayanto, S.Pd yang membawa suasana segar melalui contoh-contoh praktis dan studi kasus di kehidupan nyata. Seminar diakhiri dengan sesi tanya jawab yang dinamis antara peserta dan narasumber, sebelum akhirnya ditutup secara resmi pada pukul 14.00 WIB. Seminar ini berjalan dengan lancar dan sukses memicu kesadaran kolektif peserta mengenai pentingnya menjaga mutu komunikasi bahasa Jawa. Melalui pemaparan kedua narasumber, peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam menerapkan basa Jawi ingkang laras lan leres guna menciptakan hubungan sosial yang harmonis dan berbudaya di wilayah Kabupaten Karanganyar dan sekitarnya.
PGRI KABUPATEN KARANGANYAR : SEMINAR BAHASA JAWA 'CAK - CAKANING BASA JAWI INGKANG LARAS LAN LERES MINANGKA SARANA PASRAWUNGAN BEBRAYAN'
9 Jul 2026 Anang Yulianto
PGRI KABUPATEN KARANGANYAR : SEMINAR BAHASA JAWA 'CAK...
Sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru dalam pelestarian bahasa dan budaya daerah serta mendukung implementasi pembelajaran yang berorientasi pada penguatan karakter dan kearifan lokal, PGRI Kabupaten Karanganyar menyelenggarakan Seminar Bahasa Jawi dengan tema : "Cak Cakaning Basa Jawi Ingkang Laras lan Leres Minangka Sarana Pasrawungan Bebrayan." Seminar Bahasa Jawi dengan tema "Cak Cakaning Basa Jawi Ingkang Laras lan Leres Minangka Sarana Pasrawungan Bebrayan" diselenggarakan oleh PGRI Kabupaten Karanganyar pada hari Kamis, 8 Juli 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Graha PGRI Karanganyar yang beralamat di Jalan Gatot Subroto, Pokoh, Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar. Seminar diikuti oleh guru-guru anggota PGRI Kabupaten Karanganyar, termasuk guru dari SMK Negeri Jenawi, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi profesional pendidik sekaligus memperkuat pemahaman mengenai penggunaan Bahasa Jawa yang laras dan leres dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam proses pembelajaran di sekolah. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu menerapkan penggunaan Bahasa Jawa yang santun, benar, dan sesuai dengan unggah-ungguh basa serta turut berperan aktif dalam melestarikan budaya dan bahasa daerah di lingkungan pendidikan. Tujuan dari Kegiatan tersebut adalah : Seminar Bahasa Jawi dengan tema "Cak Cakaning Basa Jawi Ingkang Laras lan Leres Minangka Sarana Pasrawungan Bebrayan" diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman para guru mengenai penggunaan Bahasa Jawa yang baik, benar, santun, serta sesuai dengan kaidah dan unggah-ungguh basa dalam berbagai situasi komunikasi. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menerapkan penggunaan Bahasa Jawa secara tepat, baik dalam lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, seminar ini bertujuan menumbuhkan kepedulian para guru terhadap pentingnya melestarikan Bahasa Jawa sebagai salah satu warisan budaya bangsa yang memiliki nilai luhur. Pelestarian bahasa daerah menjadi tanggung jawab bersama, terutama bagi para pendidik yang memiliki peran strategis dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal kepada peserta didik sejak dini. Kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan Bahasa Jawa sebagai media komunikasi yang efektif sekaligus sebagai sarana pembelajaran yang mampu menanamkan nilai-nilai karakter, etika, dan budaya kepada peserta didik. Dengan demikian, guru tidak hanya menjadi penyampai materi pembelajaran, tetapi juga menjadi teladan dalam penggunaan bahasa yang santun dan berbudaya. Di samping aspek peningkatan kompetensi, seminar ini menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antaranggota PGRI Kabupaten Karanganyar. Melalui forum ilmiah ini, para guru dapat saling bertukar pengalaman, berbagi praktik baik, memperluas wawasan, serta membangun jejaring profesional yang mendukung peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan. Manfaat setelah Mengikuti Seminar Bahasa Jawi : Setelah mengikuti kegiatan Seminar Bahasa Jawi dengan tema "Cak Cakaning Basa Jawi Ingkang Laras lan Leres Minangka Sarana Pasrawungan Bebrayan", manfaat yang diperoleh antara lain: Meningkatkan kompetensi guru dalam menggunakan Bahasa Jawa yang baik, benar, dan sesuai unggah-ungguh. Menambah wawasan mengenai pelestarian bahasa dan budaya Jawa sebagai bagian dari kearifan lokal. Meningkatkan kemampuan guru dalam mengintegrasikan Bahasa Jawa dan nilai-nilai budaya ke dalam proses pembelajaran. Menjadi sarana pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) melalui kegiatan ilmiah yang diselenggarakan oleh PGRI. Menambah jejaring profesional dengan guru-guru dari berbagai sekolah di Kabupaten Karanganyar sehingga membuka peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan. Menumbuhkan kesadaran akan pentingnya penggunaan Bahasa Jawa yang santun dalam komunikasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Mendukung penguatan pendidikan karakter peserta didik melalui penerapan nilai-nilai budaya Jawa dalam kegiatan pembelajaran. Memotivasi guru untuk terus mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis budaya lokal sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan kontekstual. Kegiatan Seminar Bahasa Jawi yang diselenggarakan oleh PGRI Kabupaten Karanganyar berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang sangat positif bagi peningkatan kompetensi guru, khususnya dalam penggunaan Bahasa Jawa yang sesuai dengan kaidah serta pelestarian budaya daerah. Diharapkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama seminar dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di SMK Negeri Jenawi sehingga mampu menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap Bahasa Jawa dan budaya lokal.
Sinergi Pendidikan dan Industri: Monitoring PKL Tahap 2 Berjalan Lancar di Toserba MITRA BEJEN Karanganyar
9 Jul 2026 Wijanarko
Sinergi Pendidikan dan Industri: Monitoring PKL Tahap 2...
KARANGANYAR – Dalam upaya memastikan keselarasan antara kompetensi di sekolah dengan kebutuhan dunia kerja, kegiatan monitoring Praktik Kerja Lapangan (PKL) tahap ke-2 sukses dilaksanakan di Toserba MITRA BEJEN, Karanganyar. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi perkembangan dan etos kerja para siswa yang sedang menimba ilmu langsung di industri ritel. ​Monitoring ini dihadiri langsung oleh Tim Pembimbing PKL dari SMK Negwri Jenawi yang disambut hangat oleh manajemen Toserba MITRA BEJEN. Fokus utama dari monitoring tahap kedua ini adalah melihat sejauh mana adaptasi keterampilan siswa, kedisiplinan, serta kemampuan komunikasi mereka dalam melayani pelanggan setelah berjalan beberapa bulan. ​Perwakilan guru pembimbing, Wijanarko, S. Pd menyampaikan bahwa monitoring berkala ini sangat krusial untuk menjaga kualitas serapan ilmu siswa. ​"Melalui monitoring tahap ke-2 ini, kami ingin memastikan siswa tidak hanya sekadar hadir, tetapi benar-benar menyerap budaya kerja, manajemen operasional, dan pelayanan prima yang diterapkan di Toserba MITRA BEJEN," ujarnya. ​Selama proses monitoring, pihak sekolah bersama manajemen ritel melakukan diskusi intensif mengenai performa masing-masing siswa. Pihak Toserba MITRA BEJEN memberikan apresiasi positif terhadap kinerja para peserta PKL yang dinilai cekatan, disiplin, dan memiliki kemauan belajar yang tinggi. ​Selain memantau aspek teknis pekerjaan seperti penataan produk (display), pengecekan stok, dan kasir, tim monitoring juga memberikan motivasi kepada para siswa agar tetap menjaga stamina dan nama baik almamater hingga masa PKL berakhir. ​Dengan adanya sinergi yang kuat antara dunia pendidikan dan dunia industri (DUDI) seperti ini, diharapkan para lulusan nantinya tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki mentalitas profesional yang matang untuk bersaing di pasar kerja global.
Sosialisasi Sekolah Siaga Kependudukan Perkuat Implementasi Program Bangga Kencana di SMA/SMK Kabupaten Karanganyar
8 Jul 2026 Haryanti, S.Pd.
Sosialisasi Sekolah Siaga Kependudukan Perkuat Implementasi Program Bangga...
Karanganyar, 8 Juli 2026 – Dalam rangka meningkatkan pemahaman serta memperkuat implementasi Pendidikan Kependudukan di lingkungan sekolah, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Karanganyar menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Tingkat SMA/SMK Kabupaten Karanganyar pada Rabu (8/7/2026) bertempat di Kantor DP3APPKB Kabupaten Karanganyar. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan guru SMA/SMK se-Kabupaten Karanganyar sebagai upaya memperkuat peran sekolah dalam mengintegrasikan Program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) ke dalam proses pendidikan. Melalui sosialisasi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep Sekolah Siaga Kependudukan sekaligus strategi penerapannya di lingkungan sekolah. Dalam penyampaian materi dijelaskan bahwa Pendidikan Kependudukan merupakan salah satu langkah strategis untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam memahami berbagai persoalan kependudukan, pembangunan keluarga, serta perencanaan kehidupan yang berkualitas sejak usia remaja. Implementasi Program Bangga Kencana di sekolah dilakukan melalui berbagai strategi, di antaranya integrasi materi kependudukan ke dalam mata pelajaran. Guru diharapkan mampu memberikan penguatan materi yang relevan dengan isu-isu kependudukan, seperti bonus demografi, kesehatan reproduksi remaja, ketahanan keluarga, perencanaan masa depan, hingga pentingnya membangun keluarga yang berkualitas. Selain melalui kegiatan pembelajaran di kelas, Program Sekolah Siaga Kependudukan juga dilaksanakan melalui kegiatan kesiswaan, seperti ekstrakurikuler, layanan bimbingan dan konseling, pembekalan bagi guru dan peserta didik, serta berbagai kegiatan pembinaan karakter lainnya. Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap isu-isu kependudukan dan pembangunan keluarga. Salah satu komponen penting dalam Program Sekolah Siaga Kependudukan adalah keberadaan Pojok Kependudukan sebagai pusat informasi dan literasi di sekolah. Melalui pojok ini, peserta didik dapat mengakses berbagai referensi berupa buku, media digital, infografis, maupun bahan bacaan lain yang berkaitan dengan kependudukan, keluarga, dan kesehatan remaja. Program tersebut juga didukung melalui Gerakan Literasi Sekolah, penyediaan sarana dan prasarana, serta pengembangan media pembelajaran digital agar informasi mengenai kependudukan dapat diakses secara lebih luas dan menarik oleh seluruh warga sekolah. Melalui kegiatan sosialisasi ini, DP3APPKB Kabupaten Karanganyar berharap seluruh SMA/SMK mampu mengimplementasikan Program Sekolah Siaga Kependudukan secara optimal sehingga tercipta lingkungan sekolah yang mendukung terbentuknya generasi muda yang berkarakter, berwawasan kependudukan, serta siap menyongsong bonus demografi dan mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045. Kegiatan sosialisasi ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara DP3APPKB Kabupaten Karanganyar dengan satuan pendidikan dalam mewujudkan sekolah yang tidak hanya menjadi pusat pembelajaran akademik, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter, peningkatan literasi kependudukan, dan pembangunan keluarga yang berkualitas.
Monitoring PKL di KSU Mitra Sejati Grompol, PT Bank Karanganyar Grompol, dan PT Lintas Data Prima
8 Jul 2026 Purwadi, S.Pd
Monitoring PKL di KSU Mitra Sejati Grompol, PT...
Jenawi – Dalam rangka memastikan pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) berjalan dengan baik, SMK Negeri Jenawi melaksanakan kegiatan monitoring ke sejumlah Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) yang menjadi mitra sekolah. Monitoring dilakukan di KSU Mitra Sejati Grompol, PT Bank Karanganyar Grompol, dan PT Lintas Data Prima. Kegiatan monitoring bertujuan untuk mengetahui perkembangan peserta didik selama mengikuti PKL, memastikan kesesuaian kompetensi yang dipelajari di tempat kerja dengan program keahlian di sekolah, serta mempererat kerja sama antara SMK Negeri Jenawi dengan mitra industri. Dalam kunjungan tersebut, guru pembimbing melakukan koordinasi dengan pembimbing lapangan dari masing-masing instansi mengenai kehadiran, kedisiplinan, etika kerja, kemampuan teknis, serta perkembangan kompetensi siswa. Selain itu, guru juga memberikan motivasi kepada peserta didik agar tetap menjaga semangat belajar, disiplin, serta mampu beradaptasi dengan budaya kerja di lingkungan industri. Berdasarkan hasil monitoring, para siswa menunjukkan perkembangan yang baik selama menjalani PKL. Pihak KSU Mitra Sejati Grompol, PT Bank Karanganyar Grompol, dan PT Lintas Data Prima memberikan apresiasi terhadap sikap, tanggung jawab, serta kemauan belajar yang ditunjukkan oleh peserta didik SMK Negeri Jenawi. Masukan dan saran dari pihak industri juga menjadi bahan evaluasi bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan pelaksanaan PKL di masa mendatang. Melalui kegiatan monitoring ini, diharapkan pelaksanaan PKL dapat berlangsung secara optimal sehingga siswa memperoleh pengalaman kerja nyata, meningkatkan kompetensi sesuai bidang keahlian, serta memiliki kesiapan yang lebih baik dalam memasuki dunia kerja setelah lulus. SMK Negeri Jenawi berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri sebagai bagian dari upaya mencetak lulusan yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja.