Icon
Mitra Industri SMK Negeri Jenawi
SMK Negeri Jenawi

Informasi Kegiatan Guru

Rapat Dinas Pembagian Tugas: Perkuat Koordinasi untuk Wujudkan Kinerja Sekolah yang Lebih Optimal
24 Jun 2026 Ika Mustika, S.Kom
Rapat Dinas Pembagian Tugas: Perkuat Koordinasi untuk Wujudkan...
SMK Negeri Jenawi kembali menyelenggarakan kegiatan Rapat Dinas Pembagian Tugas pada Rabu, 24 Juni 2026 yang bertempat di Ruang Meeting SMK Negeri Jenawi. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Bapak dan Ibu Guru serta Karyawan sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan memastikan kelancaran pelaksanaan program sekolah ke depan. Rapat dinas ini dilaksanakan dengan tujuan utama untuk melakukan koordinasi kegiatan sekolah, sekaligus membahas pembagian tugas yang akan menjadi tanggung jawab masing-masing unsur sekolah. Melalui pembagian peran yang jelas dan terstruktur, diharapkan seluruh program dan agenda sekolah dapat berjalan lebih efektif serta memberikan dampak positif bagi seluruh warga sekolah. Selama kegiatan berlangsung, suasana rapat berjalan dengan tertib, kondusif, dan penuh semangat kebersamaan. Setiap peserta mengikuti jalannya rapat dengan baik serta turut memberikan perhatian terhadap informasi dan arahan yang disampaikan. Momen ini juga menjadi sarana memperkuat komunikasi dan sinergi antar guru maupun tenaga kependidikan. Selain menjadi forum koordinasi, rapat dinas juga menjadi kesempatan untuk menyamakan persepsi serta membangun komitmen bersama dalam mendukung pencapaian tujuan pendidikan di SMK Negeri Jenawi. Dengan kerja sama yang baik, setiap tugas yang diberikan diharapkan dapat dilaksanakan secara maksimal dan penuh tanggung jawab. Melalui kegiatan ini, SMK Negeri Jenawi terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan budaya kerja yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu sekolah. Semoga semangat kebersamaan dan koordinasi yang telah terbangun dapat terus terjaga sehingga seluruh program sekolah dapat berjalan lancar dan membawa prestasi serta kemajuan bagi SMK Negeri Jenawi.
Monitoring PKL SMK Negeri Jenawi: Memastikan Perkembangan dan Kesiapan Siswa di Dunia Kerja
24 Jun 2026 Dyah Saptorini, S.Pd
Monitoring PKL SMK Negeri Jenawi: Memastikan Perkembangan dan...
Karanganyar, — SMK Negeri Jenawi melaksanakan kegiatan Monitoring Praktik Kerja Lapangan (PKL) sebagai bentuk pemantauan dan pendampingan terhadap siswa-siswi yang sedang melaksanakan kegiatan PKL di dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Kegiatan monitoring ini dilaksanakan oleh guru pembimbing pada hari selasa, 23 Juni 2026 dengan lokasi kunjungan di KSU Jafar Medika Karangpandan dan UPC Pegadaian Matesih. Kegiatan PKL ini dilakukan oleh siswa-siswi SMK Negeri Jenawi, yaitu kelas XI AKL 1 dan XI LP 1. Dalam kegiatan tersebut, guru pembimbing melakukan pengecekan terhadap beberapa aspek penting, seperti jurnal kegiatan PKL, kehadiran siswa, pelaporan kendala atau permasalahan yang dihadapi, serta melihat secara langsung aktivitas siswa di tempat kerja. Tujuan dari monitoring PKL ini adalah untuk melakukan pemantauan, evaluasi, dan memberikan bimbingan kepada siswa agar kegiatan PKL berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan pembelajaran. Melalui kunjungan secara berkala, pihak sekolah dapat mengetahui perkembangan siswa sekaligus membantu memberikan solusi apabila terdapat kendala selama pelaksanaan PKL. Kegiatan monitoring berlangsung dengan baik dan mendapat dukungan dari pihak DUDI ( Dunia Usaha Dunia Industri ). Guru pembimbing berharap melalui kegiatan ini siswa dapat terus meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta memperoleh pengalaman kerja yang bermanfaat sebagai bekal memasuki dunia kerja setelah lulus nanti. Dengan adanya monitoring PKL secara rutin, SMK Negeri Jenawi terus berkomitmen untuk menjalin kerja sama yang baik dengan dunia industri serta memastikan siswa mendapatkan pengalaman belajar yang optimal di lingkungan kerja nyata.
Monitoring PKL: Menumbuhkan Etos Kerja dan Tanggung Jawab di Dunia Industri
24 Jun 2026 Adhi Satria Laksana
Monitoring PKL: Menumbuhkan Etos Kerja dan Tanggung Jawab...
Pada 15 Juni 2026, guru pembimbing Praktik Kerja Lapangan (PKL) SMK Negeri Jenawi melaksanakan kegiatan monitoring kepada peserta didik yang menjalankan PKL di Bengkel Karno Motor, yang beralamat di Jati RT 01/RW 01, Desa Seloromo, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk memastikan proses pembelajaran di dunia kerja berjalan sesuai dengan tujuan pendidikan vokasi, yaitu membentuk lulusan yang kompeten, berkarakter, dan siap memasuki dunia kerja. Dalam pelaksanaannya, guru pembimbing melakukan koordinasi dan berdiskusi langsung dengan pihak bengkel mengenai perkembangan peserta didik selama menjalani PKL. Monitoring tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pada aspek sikap kerja, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan berkomunikasi dengan lingkungan kerja. Berdasarkan hasil monitoring, kedua peserta didik menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Pihak bengkel memberikan apresiasi terhadap etos kerja yang dimiliki siswa, di mana keduanya dinilai memiliki kemauan untuk belajar, mampu bekerja sama dengan mekanik, serta menjalin komunikasi yang baik dengan pemilik maupun rekan kerja di bengkel. Sikap tersebut menjadi modal penting dalam membentuk karakter seorang tenaga kerja profesional. Selama pelaksanaan PKL memang terdapat dua hingga tiga kali ketidakhadiran, namun seluruh ketidakhadiran tersebut telah dikonfirmasi melalui izin kepada pihak bengkel, sehingga tidak menimbulkan kendala dalam pelaksanaan kegiatan maupun hubungan kerja dengan tempat PKL. Hal ini menunjukkan adanya rasa tanggung jawab dan komunikasi yang tetap terjaga antara peserta didik dengan pihak industri. Dunia kerja tidak hanya menilai seberapa tinggi kemampuan seseorang dalam memperbaiki kendaraan, tetapi juga menilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kemampuan menjaga komunikasi yang baik. Keterampilan dapat terus diasah, tetapi karakter yang baik akan menjadi bekal yang membawa seseorang dipercaya di mana pun ia bekerja. Melalui kegiatan monitoring ini, SMK Negeri Jenawi berharap peserta didik terus meningkatkan kompetensi teknis sekaligus mempertahankan sikap profesional selama menjalani PKL. Pengalaman di dunia industri bukan sekadar memenuhi kewajiban kurikulum, melainkan menjadi proses pembelajaran nyata untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja yang sesungguhnya. Dengan semangat belajar, tanggung jawab, dan kemauan untuk terus berkembang, diharapkan para siswa mampu menjadi lulusan yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki karakter unggul dan siap memberikan kontribusi positif di dunia kerja.
PERSIAPAN TAHUN AJARAN BARU 2026/2027: SMKN JENAWI PERKUAT GROWTH MINDSET DAN SUSUN DOKUMEN KURIKULUM
24 Jun 2026 Andi Saputro
PERSIAPAN TAHUN AJARAN BARU 2026/2027: SMKN JENAWI PERKUAT...
Jenawi – Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Tahun Ajaran Baru 2026/2027, SMKN Jenawi menggelar kegiatan pemahaman Growth Mindset bagi seluruh guru dan tenaga kependidikan sekaligus penyusunan Dokumen Kurikulum Tahun Ajaran 2026/2027 pada Rabu (24/6/2026) pukul 07.00–09.00 WIB di Ruang Meeting SMKN Jenawi. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala SMKN Jenawi, Andi Saputro, S.Kom., tersebut diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan sebagai upaya menyamakan persepsi serta memperkuat kesiapan sekolah dalam menghadapi tahun ajaran baru. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penguatan mengenai pentingnya Growth Mindset atau pola pikir bertumbuh, yaitu keyakinan bahwa kemampuan, keterampilan, dan kompetensi dapat terus dikembangkan melalui proses belajar, kerja keras, kolaborasi, dan evaluasi berkelanjutan. Pemahaman ini diharapkan menjadi budaya kerja seluruh warga sekolah dalam memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas kepada peserta didik. Selain penguatan Growth Mindset, kegiatan juga menegaskan kembali komitmen SMKN Jenawi sebagai kawasan bebas rokok. Seluruh warga sekolah diharapkan menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, nyaman, dan kondusif bagi tumbuh kembang peserta didik. Komitmen tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah melalui Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2025 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan yang menegaskan pentingnya penciptaan lingkungan belajar yang aman, sehat, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik. Selain itu, kebijakan kawasan tanpa rokok di lingkungan sekolah juga diperkuat melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok di Lingkungan Sekolah. Melalui regulasi tersebut, seluruh warga sekolah memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan pendidikan yang bebas dari asap rokok dan berbagai perilaku yang dapat mengganggu kesehatan serta proses pembelajaran. Pada kesempatan yang sama, tim sekolah mulai menyusun Dokumen Kurikulum Tahun Ajaran 2026/2027 yang akan menjadi acuan dalam pelaksanaan pembelajaran, pengembangan karakter peserta didik, serta berbagai program sekolah. Penyusunan dokumen kurikulum dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan seluruh unsur sekolah dan ditargetkan dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan sebelum dimulainya tahun ajaran baru. Kepala SMKN Jenawi, Andi Saputro, S.Kom., menyampaikan bahwa tahun ajaran baru harus disambut dengan kesiapan yang matang, semangat belajar yang tinggi, serta komitmen untuk terus berkembang. "Tahun ajaran baru harus disambut dengan semangat bertumbuh (Growth Mindset), kolaborasi yang kuat, dan pelayanan terbaik kepada peserta didik. Di sisi lain, kita juga harus memastikan bahwa SMKN Jenawi menjadi lingkungan belajar yang sehat, aman, nyaman, dan bebas rokok sesuai dengan regulasi yang berlaku. Dengan budaya positif yang kuat, kami optimis kualitas layanan pendidikan dan prestasi peserta didik akan terus meningkat," ujar Andi Saputro, S.Kom. Melalui kegiatan ini, SMKN Jenawi menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan budaya positif, lingkungan sekolah yang sehat, serta kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan dunia pendidikan dan kebutuhan peserta didik di masa depan.
Monitoring PKL ke Pegadaian Karangpandan dan PT BPR Karanganyar: Memastikan Pembelajaran Industri Berjalan Optimal
24 Jun 2026 Sukarno
Monitoring PKL ke Pegadaian Karangpandan dan PT BPR...
Dalam rangka memastikan pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) berjalan sesuai tujuan pembelajaran, sekolah melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap siswa yang sedang menjalani PKL di dunia kerja. Kegiatan monitoring kali ini dilaksanakan di PT Pegadaian dan PT BPR Karanganyar sebagai mitra industri tempat siswa melaksanakan praktik kerja. Monitoring dilakukan oleh guru pembimbing dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan kompetensi siswa, kedisiplinan, serta kesesuaian pelaksanaan PKL dengan kompetensi keahlian yang dipelajari di sekolah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana komunikasi antara pihak sekolah dan dunia kerja dalam mendukung proses pembelajaran berbasis industri. Di lokasi PKL, guru pembimbing melakukan diskusi dan koordinasi dengan pembimbing industri terkait kehadiran, tanggung jawab, kemampuan adaptasi, hingga keterampilan kerja yang telah ditunjukkan oleh siswa selama menjalani praktik. Berdasarkan hasil monitoring, siswa menunjukkan semangat belajar yang baik serta mampu mengikuti ritme dan budaya kerja di lingkungan industri. Kegiatan monitoring PKL menjadi bagian penting dalam pendidikan vokasi karena membantu sekolah memastikan bahwa pengalaman yang diperoleh siswa benar-benar relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Pendampingan secara berkala juga diharapkan mampu memberikan motivasi kepada siswa untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kompetensi kerja. Melalui kegiatan ini, sekolah berharap kerja sama dengan mitra industri dapat terus terjalin dengan baik sehingga memberikan pengalaman belajar yang nyata dan bermakna bagi siswa sebagai bekal memasuki dunia kerja di masa mendatang.
Lewat "Rabu Keren", SMK Negeri Jenawi Satukan Visi dan Bersiap Sambut Tahun Ajaran Baru
24 Jun 2026 FERONIKA FEBRI LARASATI, S.Pd.
Lewat "Rabu Keren", SMK Negeri Jenawi Satukan Visi...
JENAWI – Menjelang dimulainya Tahun Ajaran Baru 2026/2027, SMK Negeri Jenawi menggelar kegiatan bertajuk "Rabu Keren" pada Rabu (24/6). Bertempat di Ruang Meeting SMK Negeri Jenawi, kegiatan ini dihadiri oleh seluruh guru serta tenaga kependidikan. Bukan sekadar pertemuan biasa, agenda ini menjadi wadah strategis untuk penyampaian informasi, perencanaan, evaluasi, sekaligus ruang bersama untuk menyelesaikan berbagai tantangan demi kemajuan sekolah. ​Acara diawali dengan arahan penuh motivasi dari Kepala SMK Negeri Jenawi, Andi Saputro, S.Kom. Dalam penyampaiannya, beliau mengajak seluruh warga sekolah untuk bersatu padu layaknya berlayar dalam satu kapal yang sama menuju tujuan kesuksesan yang mulia. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya program Sekolah Sehat dan sosialisasi kawasan anti-rokok guna menciptakan lingkungan belajar yang nyaman. Suasana semakin hangat dan interaktif saat sesi ice breaking berupa tes psikologi untuk memetakan Fixed Mindset (pola pikir statis) dan Growth Mindset (pola pikir berkembang), yang dilanjutkan dengan penjelasan mendalam mengenai implementasi kedua pola pikir tersebut dalam menjalankan tugas di sekolah. ​Memasuki agenda inti, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Eko Mei Shodiq Sri Saputro, S.Kom., memimpin sosialisasi penyusunan Dokumen 2 dan Dokumen 3 sebagai komponen krusial dalam Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP). Dalam sesi ini, seluruh guru diberikan penjelasan mendetail mengenai format penyusunan Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), serta Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Tidak hanya itu, pada kesempatan yang sama juga dilakukan pembagian jam mengajar untuk Semester Gasal Tahun Ajaran 2026/2027 agar persiapan administrasi mengajar dapat diselesaikan tepat waktu. ​Melalui kegiatan "Rabu Keren" ini, SMK Negeri Jenawi menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan yang adaptif dan profesional. Dengan kesiapan administrasi yang matang dan kesamaan visi dari seluruh lini pendidik, sekolah optimis dapat menyongsong tahun ajaran baru dengan langkah yang lebih mantap. Semoga semangat kebersamaan dan growth mindset yang telah tertanam hari ini menjadi bahan bakar utama bagi SMK Negeri Jenawi untuk terus mencetak generasi unggul yang siap kerja, santun, dan berprestasi!
Sosialisasi Pemilih Pemula dan Reorganisasi Komite MILKOI (Pemilihan Ketua OSIS) 2026
23 Jun 2026 Himawan Adi Wardhana
Sosialisasi Pemilih Pemula dan Reorganisasi Komite MILKOI (Pemilihan...
SMK Negeri Jenawi – Dalam upaya menanamkan kesadaran berdemokrasi sejak dini kepada generasi muda, SMK Negeri Jenawi turut berpartisipasi dalam kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Demokrasi bagi Pemilih Pemula serta Reorganisasi Komite MILKOI (Pemilihan Ketua OSIS) yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karanganyar. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 17 Juni 2026 di Aula Kantor KPU Karanganyar ini diikuti oleh perwakilan guru pendamping OSIS dan siswa pengurus OSIS dari SMA/SMK/MA se-Kabupaten Karanganyar, termasuk delegasi dari SMK Negeri Jenawi yang didampingi oleh Himawan Adi Wardhana, S.Pd. selaku Pembina OSIS. Acara ini menjadi momen penting dalam rangkaian program pendidikan pemilih berkelanjutan yang digagas KPU Karanganyar sebagai bentuk komitmen mempersiapkan generasi muda yang cerdas dan bertanggung jawab dalam menggunakan hak politiknya . Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Jawa Tengah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, serta narasumber dari Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA) yang turut memberikan wawasan mendalam mengenai esensi demokrasi dan tantangan yang dihadapi generasi Z di era digital. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua KPU Kabupaten Karanganyar, Bapak Daryono, S.I.Kom., yang menegaskan bahwa MILKOI merupakan agenda rutin tahunan. "MILKOI adalah miniatur pelaksanaan Pemilu/Pilkada yang nyata, agar siswa mendapat pengetahuan dan pengalaman nilai demokrasi serta terdorong untuk berperan aktif dalam praktik demokrasi," ujarnya . Beliau juga menjelaskan bahwa Komite MILKOI dibentuk sebagai perwakilan sekolah yang berperan seperti KPU, bertugas mengkoordinasikan seluruh tahapan MILKOI di bawah asistensi KPU Karanganyar . Sesi inti kegiatan diisi dengan presentasi materi oleh Bapak Daryono, S.I.Kom., serta narasumber dari UMUKA, Bapak Sarilan. Paparan yang disampaikan mengupas tuntas tentang esensi MILKOI sebagai sarana pendidikan demokrasi, struktur organisasi Komite MILKOI, serta tantangan yang dihadapi generasi Z dalam memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai demokrasi. Sebagai penguat pemahaman, disampaikan pula pandangan para pakar bahwa pendidikan demokrasi menjadi pilar penting dalam membentuk generasi penerus bangsa yang sadar akan pentingnya demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sebagaimana ditegaskan oleh perwakilan Kemenag Karanganyar . Landasan ilmu yang menjadi rujukan adalah konsep demokrasi yang berasal dari bahasa Yunani, Demos (rakyat) dan Kratos (kekuasaan), yang berarti pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat . Melalui kegiatan ini, SMK Negeri Jenawi kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam kompetensi kejuruan, tetapi juga memiliki kesadaran berdemokrasi dan integritas tinggi. Diharapkan, pengalaman berharga ini dapat menjadi bekal bagi para siswa untuk menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab di masa depan. Semangat untuk terus belajar dan berpartisipasi aktif dalam membangun demokrasi yang sehat patut terus dijaga. SMK Negeri Jenawi bangga menjadi bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan demokrasi yang bermakna!
Sosialisasi Pemilih Pemula dan Reorganisasi Komite MILKOI 2026
23 Jun 2026 Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS)
Sosialisasi Pemilih Pemula dan Reorganisasi Komite MILKOI 2026
SMK Negeri Jenawi – Dalam upaya menanamkan kesadaran berdemokrasi sejak dini kepada generasi muda, SMK Negeri Jenawi turut berpartisipasi dalam kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Demokrasi bagi Pemilih Pemula serta Reorganisasi Komite MILKOI (Pemilihan Ketua OSIS) yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karanganyar. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 17 Juni 2026 di Aula Kantor KPU Karanganyar ini diikuti oleh perwakilan guru pendamping OSIS dan siswa pengurus OSIS dari SMA/SMK/MA se-Kabupaten Karanganyar, termasuk delegasi dari SMK Negeri Jenawi yang didampingi oleh Himawan Adi Wardhana, S.Pd. selaku Pembina OSIS. Acara ini menjadi momen penting dalam rangkaian program pendidikan pemilih berkelanjutan yang digagas KPU Karanganyar sebagai bentuk komitmen mempersiapkan generasi muda yang cerdas dan bertanggung jawab dalam menggunakan hak politiknya . Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Jawa Tengah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, serta narasumber dari Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA) yang turut memberikan wawasan mendalam mengenai esensi demokrasi dan tantangan yang dihadapi generasi Z di era digital. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua KPU Kabupaten Karanganyar, Bapak Daryono, S.I.Kom., yang menegaskan bahwa MILKOI merupakan agenda rutin tahunan. "MILKOI adalah miniatur pelaksanaan Pemilu/Pilkada yang nyata, agar siswa mendapat pengetahuan dan pengalaman nilai demokrasi serta terdorong untuk berperan aktif dalam praktik demokrasi," ujarnya . Beliau juga menjelaskan bahwa Komite MILKOI dibentuk sebagai perwakilan sekolah yang berperan seperti KPU, bertugas mengkoordinasikan seluruh tahapan MILKOI di bawah asistensi KPU Karanganyar . Sesi inti kegiatan diisi dengan presentasi materi oleh Bapak Daryono, S.I.Kom., serta narasumber dari UMUKA, Bapak Sarilan. Paparan yang disampaikan mengupas tuntas tentang esensi MILKOI sebagai sarana pendidikan demokrasi, struktur organisasi Komite MILKOI, serta tantangan yang dihadapi generasi Z dalam memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai demokrasi. Sebagai penguat pemahaman, disampaikan pula pandangan para pakar bahwa pendidikan demokrasi menjadi pilar penting dalam membentuk generasi penerus bangsa yang sadar akan pentingnya demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sebagaimana ditegaskan oleh perwakilan Kemenag Karanganyar . Landasan ilmu yang menjadi rujukan adalah konsep demokrasi yang berasal dari bahasa Yunani, Demos (rakyat) dan Kratos (kekuasaan), yang berarti pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat . Melalui kegiatan ini, SMK Negeri Jenawi kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam kompetensi kejuruan, tetapi juga memiliki kesadaran berdemokrasi dan integritas tinggi. Diharapkan, pengalaman berharga ini dapat menjadi bekal bagi para siswa untuk menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab di masa depan. Semangat untuk terus belajar dan berpartisipasi aktif dalam membangun demokrasi yang sehat patut terus dijaga. SMK Negeri Jenawi bangga menjadi bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan demokrasi yang bermakna!
Manifestasi Strategis Monitoring PKL Guru SMK di Dunia Perbankan Perbankan Modern
23 Jun 2026 Nirwana Puji Astuti,S.E.
Manifestasi Strategis Monitoring PKL Guru SMK di Dunia...
Monitoring yang dilakukan oleh guru pembimbing di dunia perbankan bukan sekadar kunjungan formalitas demi menggugurkan kewajiban administratif, melainkan sebuah misi krusial untuk menjembatani teori kelas dengan realitas industri yang sarat regulasi. Dunia perbankan dikenal sebagai sektor yang sangat rigid, memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang tanpa kompromi, serta menuntut akurasi tingkat tinggi dalam setiap jengkal transaksinya. Melalui monitoring berkala ini, guru pembimbing dapat memvalidasi sejauh mana kompetensi dasar akuntansi, etika komunikasi bisnis, dan literasi keuangan yang diajarkan di sekolah mampu bertransformasi menjadi keterampilan aplikatif saat siswa berhadapan langsung dengan ekosistem keuangan yang sesungguhnya. Sektor perbankan modern bergerak dalam kecepatan tinggi yang dipacu oleh disrupsi teknologi digital, mulai dari otomatisasi data, manajemen basis data nasabah, hingga pengoperasian core banking system yang kompleks. Kehadiran guru pembimbing di lokasi Praktik Kerja Lapangan (PKL) menjadi sangat krusial untuk mengobservasi bagaimana siswa SMK beradaptasi dengan lompatan teknologi ini. Proses monitoring ini berfungsi sebagai radar evaluatif bagi sekolah untuk mendeteksi adanya kesenjangan (gap) antara fasilitas laboratorium komputer di sekolah dengan perangkat lunak mutakhir yang digunakan industri, sehingga guru dapat membawa pulang wawasan baru untuk merevitalisasi materi ajar agar tetap relevan dengan zaman. Sebagai institusi yang menjual kepercayaan (trust), industri perbankan menetapkan barometer yang sangat tinggi terhadap aspek karakter, kejujuran, dan penampilan profesional (grooming). Saat melakukan monitoring, guru pembimbing memikul tanggung jawab besar untuk memantau indikator non-teknis (soft skills) siswa, mulai dari kedisiplinan waktu, keramahtamahan saat melayani nasabah (excellent service), hingga kemampuan menjaga kerahasiaan data perbankan. Kehadiran guru di kantor cabang atau unit kerja perbankan bertindak sebagai pengingat moral sekaligus jangkar psikologis yang memastikan bahwa siswa tetap menjaga reputasi diri dan nama baik institusi pendidikan di tengah tekanan kerja yang tinggi. Esensi sejati dari monitoring yang sukses terletak pada ruang dialog strategis yang terbangun antara guru pembimbing dengan para supervisor atau mentor di pihak bank. Sesi diskusi ini menjadi wadah bagi guru untuk menyerap umpan balik yang jujur, kritis, dan konstruktif mengenai performa harian, kelemahan teknis, serta potensi menonjol yang ditunjukkan oleh siswa. Komunikasi dua arah yang profesional ini tidak hanya menyamakan persepsi mengenai capaian pembelajaran, tetapi juga membuka cakrawala guru mengenai tren makro ekonomi dan kebutuhan kompetensi terbaru yang diinginkan oleh industri keuangan global, yang sering kali belum sempat dibukukan dalam kurikulum konvensional. Memasuki dunia kerja perbankan yang serba cepat, dinamis, dan menuntut konsentrasi penuh sering kali memicu kejutan budaya (culture shock) serta tekanan mental bagi siswa SMK yang secara usia masih dalam masa transisi. Di sinilah peran guru pembimbing bergeser menjadi seorang konselor dan fasilitator solutif saat melakukan monitoring di lapangan. Guru harus peka membaca dinamika psikologis siswa, mendeteksi potensi konflik internal, atau membantu mengatasi kesulitan komunikasi antara siswa dengan karyawan senior. Dengan hadir secara fisik, guru dapat memberikan suntikan motivasi, meluruskan kesalahpahaman, dan merumuskan solusi bersama mentor bank agar jalannya PKL tetap harmonis tanpa mengganggu stabilitas operasional perbankan. Setiap aktivitas yang didelegasikan oleh pihak bank kepada siswa—seperti rekonsiliasi kas, pengarsipan dokumen kredit, hingga administrasi kliring—harus terdokumentasi dengan akurat di dalam jurnal harian PKL. Kegiatan monitoring menjadi momentum penting bagi guru untuk memvalidasi kesesuaian antara catatan tertulis siswa dengan realitas pekerjaan yang sebenarnya mereka lakukan di meja kerja perbankan. Melalui verifikasi langsung dan penyilangan data dengan penilaian performa dari supervisor bank, guru pembimbing dapat memberikan evaluasi nilai akhir yang objektif, transparan, dan akuntabel, yang benar-benar mencerminkan potret kompetensi riil yang telah diserap oleh siswa selama masa magang. Dalam perspektif yang lebih luas, konsistensi dan profesionalisme guru dalam melaksanakan monitoring ke dunia perbankan adalah investasi jangka panjang untuk memperkokoh hubungan kemitraan strategis (link and match). Kunjungan yang terstruktur menunjukkan kepada manajemen bank bahwa sekolah memiliki komitmen total dan tanggung jawab penuh terhadap kualitas output yang mereka hasilkan. Hubungan saling percaya yang terawat dengan baik ini pada gilirannya akan membuka peluang emas di masa depan, mulai dari penambahan kuota PKL, program beasiswa, sinkronisasi kurikulum berbasis industri, hingga terbukanya jalur rekrutmen prioritas bagi lulusan SMK untuk langsung berkarier di industri perbankan nasional.
Bukan Sekadar Input Data, Siswa Akuntansi SMK Negeri Jenawi Asah Ketelitian Finansial di Astra
22 Jun 2026 wilis setyarini
Bukan Sekadar Input Data, Siswa Akuntansi SMK Negeri...
SRAGEN — Masuk ke dunia kerja nyata sering kali memberikan kejutan budaya (culture shock) bagi para siswa SMK. Teori akuntansi yang rapi di buku cetak kelas seketika berubah menjadi tumpukan dokumen transaksi riil dengan ritme yang cepat. Fenomena inilah yang dirasakan langsung oleh para siswa jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) dari [Nama Sekolah] yang saat ini sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di bagian administrasi dealer Astra. Saat tim monitoring dari [Nama Sekolah] melakukan kunjungan berkala ke sana, tampak para siswa dengan setelan rapi khas kantoran sedang fokus di depan layar monitor. Mereka tidak sekadar mengetik, melainkan sedang mengasah kemampuan krusial yang menjadi nyawa seorang akuntan: ketelitian finansial tingkat tinggi. Menembus Batas Rutinitas "Input Data" Ada anggapan keliru bahwa tugas anak magang administrasi di perusahaan besar hanyalah melakukan input data entri yang monoton. Namun, standar operasional yang diterapkan oleh Astra mematahkan stigma tersebut. Di raksasa otomotif ini, para siswa PKL dilibatkan dalam ekosistem administrasi yang kompleks dan modern. Setiap data yang dimasukkan — mulai dari pencatatan uang muka pembelian kendaraan, administrasi klaim asuransi, hingga pencocokan faktur pajak — memiliki dampak langsung pada laporan keuangan perusahaan. "Di sini kami diajarkan bahwa satu kesalahan ketik, bahkan hanya kurang satu angka nol, bisa mengacaukan rekonsiliasi bank di akhir bulan. Astra benar-benar membentuk kami untuk berpikir kritis, bukan cuma jadi robot pengetik," ungkap salah satu siswi PKL [Nama Sekolah] dengan mata berbinar. Belajar Disiplin dan Sistem Berstandar Dunia Bekerja di bawah bendera Astra berarti harus siap mengadopsi budaya kerja korporat yang serbacepat, disiplin, dan terstruktur. Siswa PKL jurusan Akuntansi ini dituntut untuk memahami alur sirkulasi dokumen finansial antardepartemen (mulai dari bagian sales, gudang, hingga finance). Melalui bimbingan intensif dari para mentor profesional Astra, siswa belajar mengoperasikan perangkat lunak akuntansi terintegrasi, mengelola arsip digital, dan melakukan verifikasi keabsahan kuitansi secara riil. Pengalaman ini melatih kepekaan (sense of accuracy) mereka terhadap angka dan logika akuntansi. Kunjungan Sekolah: Mengawal Link and Match di Industri Otomotif Kunjungan yang dilakukan oleh jajaran guru pembimbing [Nama Sekolah] bertujuan untuk memastikan bahwa kompetensi dasar yang diajarkan di sekolah mampu teraplikasi dengan baik di dunia industri (link and match). Pihak manajemen dealer Astra menyambut baik kehadiran tim monitoring dan memberikan rapor hijau bagi kinerja siswa [Nama Sekolah]. Mereka dinilai memiliki fondasi teori akuntansi yang kuat, sopan santun yang baik, serta daya adaptasi yang cepat terhadap sistem administrasi Astra yang ketat. Catatan Utama dari Kunjungan: Dunia administrasi otomotif menuntut akuntan yang tidak hanya jago berhitung, tetapi juga mampu berkomunikasi dengan baik antar-divisi. Ketelitian finansial adalah benteng utama dalam mencegah kerugian sekecil apa pun. Melalui program PKK yang berkualitas di Astra ini, siswa [Nama Sekolah] tidak hanya pulang membawa pengalaman kerja di perusahaan bonafide. Mereka pulang sebagai calon-calon tenaga akuntansi masa depan yang bermental baja, teliti, dan siap menjawab tantangan industri finansial modern.
Bukan Sekadar Magang, Siswa PKL di Pegadaian Belajar Mengelola Kepercayaan dan Integritas
22 Jun 2026 wilis setyarini
Bukan Sekadar Magang, Siswa PKL di Pegadaian Belajar...
Sragen, 15 Juni 2026 — Praktik Kerja Lapangan (PKL) sering kali diidentikkan dengan rutinitas dunia kerja yang berpusat pada penguasaan keterampilan teknis (hard skills). Namun, bagi para siswa SMK yang berkesempatan menjalankan masa PKL di PT Pegadaian, esensi yang mereka serap jauh lebih mendalam. Di sana, mereka tidak hanya diajarkan cara melayani nasabah atau menginput data, melainkan juga belajar tentang nilai fundamental dalam industri keuangan: mengelola kepercayaan dan menjaga integritas. Hal ini terlihat jelas saat tim monitoring sekolah melakukan kunjungan berkala ke kantor cabang Pegadaian tempat para siswa menimba ilmu. Berbalut seragam rapi dan senyum ramah, para siswa tampak cekatan dan membaur dengan ritme kerja para profesional. Menghidupkan Slogan "Mengatasi Masalah Tanpa Masalah" Slogan ikonik Pegadaian tersebut ternyata bukan sekadar strategi pemasaran, melainkan sebuah budaya kerja nyata yang harus diadopsi oleh para siswa PKL. Masuk ke industri jasa keuangan berarti siap berhadapan dengan berbagai karakter masyarakat yang datang membawa kebutuhan finansial mendesak. Di sinilah ujian mental pertama dimulai. Siswa PKL dilatih untuk memiliki empati yang tinggi, mendengarkan keluhan dengan sabar, dan memberikan solusi dengan cepat serta akurat. Di bawah bimbingan para mentor profesional Pegadaian, siswa belajar bahwa pelayanan prima dimulai dari kejujuran informasi. "Di sekolah kami belajar teori akuntansi dan pelayanan prima, tetapi di Pegadaian kami belajar bahwa satu digit angka yang salah input taruhannya adalah kepercayaan nasabah. Di sini tingkat ketelitian dan kejujuran benar-benar diuji," ujar salah satu siswa PKL dengan antusias. Integritas di Atas Segalanya Sebagai lembaga yang bergerak di bidang taksir nilai barang dan pembiayaan, integritas adalah urat nadi Pegadaian. Nilai inilah yang ditanamkan kuat-kuat kepada para siswa magang sejak hari pertama. Mereka belajar bahwa menjaga rahasia data nasabah, bersikap jujur dalam setiap pencatatan transaksi, dan disiplin waktu adalah bentuk integritas yang tidak bisa ditawar. Tugas-tugas seperti membantu administrasi taksiran, mengarsip dokumen berharga, hingga menyapa nasabah di garda depan (frontliner) menuntut akurasi tinggi. Di era digitalisasi tahun 2026 ini, di mana sistem keamanan informasi semakin ketat, para siswa juga diajarkan pentingnya menjaga etika kerja digital. Kunjungan Sekolah: Memastikan Link and Match Berjalan Optimal Kunjungan yang dilakukan oleh pihak sekolah ini bukan sekadar formalitas jabat tangan dengan pimpinan cabang. Lebih dari itu, kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana penyelarasan kurikulum sekolah dengan kebutuhan riil dunia industri (link and match). Pihak manajemen PT Pegadaian pun memberikan apresiasi tinggi terhadap etos kerja para siswa SMK. Mereka dinilai cepat beradaptasi, sopan, dan memiliki rasa ingin tahu yang besar. Guru pembimbing PKL menegaskan bahwa pengalaman di Pegadaian adalah modal mahal yang tidak bisa didapatkan di dalam ruang kelas. Melalui PKL ini, siswa tidak hanya pulang membawa sertifikat industri, tetapi juga karakter yang matang, mentalitas profesional yang kuat, serta pemahaman mendalam bahwa kesuksesan karier di masa depan dibangun di atas fondasi kepercayaan dan integritas.