Isi Berita / Informasi
JENAWI – Memasuki tahun ajaran baru, suasana hangat namun masih diselimuti rasa malu-malu terlihat di ruang kelas XI Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) 1 SMKN Jenawi pada Senin, 13 Juli 2026. Pertemuan pertama mata pelajaran Konsentrasi Keahlian (KK) Bank kali ini sengaja dikemas secara interaktif melalui kegiatan bertajuk "Breaking the Ice, Ready to Shine". Diampu oleh Ibu Feronika Febri Larasati, S.Pd., kegiatan ini dirancang khusus untuk mencairkan kekakuan, memberikan dukungan awal, serta membimbing kesiapan mental murid sebelum menyelami materi pembelajaran selama satu tahun ke depan.
Untuk membangun ketenangan batin, Ibu Feronika mengajak para murid melakukan sesi "jangkar emosi". Ruang kelas seketika hening saat seluruh murid memejamkan mata, meletakkan tangan di dada, dan mengatur napas secara perlahan selama satu menit. Melalui helaan napas terakhir, mereka diajak untuk melepaskan segala kekhawatiran dan penyesalan yang tersisa demi menyambut tantangan baru di kelas XI. Suasana canggung perlahan mulai terkikis saat masuk ke sesi permainan Two Truths and One Lie. Tidak hanya menebak fakta tentang guru, para murid juga aktif menuliskan tiga hal tentang diri mereka sendiri, sementara rekan sekelasnya bertugas memvalidasi dua hal yang benar di antaranya. Permainan ini sukses memancing senyum dan membangun kedekatan antar-teman.
Keterbukaan murid semakin mendalam saat mereka mengisi Wall of Hope and Fear secara digital melalui platform Mentimeter. Lewat media ini, murid tidak hanya menuangkan ketakutan dan penyesalan terpendam—seperti perasaan salah jurusan atau salah memilih sekolah—tetapi juga menuliskan harapan besar mereka untuk pembelajaran ke depan. Banyak di antaranya yang mendambakan suasana kelas yang segar dengan adanya ice breaking sebelum mulai belajar. Menanggapi respon tersebut, Ibu Feronika dengan penuh empati memvalidasi emosi murid sekaligus menjadikan aspirasi mereka sebagai masukan berharga. Bagi beliau, suara murid ini menjadi motivasi untuk terus berbenah dalam menyajikan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan.
Di sela-sela diskusi yang menyentuh dan keseruan permainan Two Truths and One Lie tersebut, Ibu Feronika memberikan suntikan semangat dan menegaskan bahwa tidak ada kata terlambat untuk bertumbuh. Beliau berpesan bahwa komunikasi yang baik adalah kunci sukses dalam belajar, dan berharap para murid bisa lebih proaktif serta percaya diri dalam berproses. Setelah motivasi tersebut tertanam, kegiatan dilanjutkan dengan ruang negosiasi kesepakatan kelas bersama murid serta pemaparan peta jalan (roadmap) materi KK Bank selama satu tahun ke depan. Pertemuan perdana yang bermakna ini pun diakhiri dengan sesi foto bersama yang penuh dengan senyuman baru.
Melalui kegiatan pembuka yang inspiratif ini, SMKN Jenawi berharap seluruh murid kelas XI AKL 1 dapat mengikis keraguan mereka dan menjalani proses belajar dengan optimisme tinggi. Semoga langkah awal yang penuh keterbukaan, kolaborasi positif, dan komitmen bersama untuk menciptakan kelas yang menyenangkan ini menjadi batu loncatan bagi para murid untuk terus bersinar dan menggali potensi terbaik mereka. Selamat belajar dan mari bersiap untuk bersinar bersama!
Untuk membangun ketenangan batin, Ibu Feronika mengajak para murid melakukan sesi "jangkar emosi". Ruang kelas seketika hening saat seluruh murid memejamkan mata, meletakkan tangan di dada, dan mengatur napas secara perlahan selama satu menit. Melalui helaan napas terakhir, mereka diajak untuk melepaskan segala kekhawatiran dan penyesalan yang tersisa demi menyambut tantangan baru di kelas XI. Suasana canggung perlahan mulai terkikis saat masuk ke sesi permainan Two Truths and One Lie. Tidak hanya menebak fakta tentang guru, para murid juga aktif menuliskan tiga hal tentang diri mereka sendiri, sementara rekan sekelasnya bertugas memvalidasi dua hal yang benar di antaranya. Permainan ini sukses memancing senyum dan membangun kedekatan antar-teman.
Keterbukaan murid semakin mendalam saat mereka mengisi Wall of Hope and Fear secara digital melalui platform Mentimeter. Lewat media ini, murid tidak hanya menuangkan ketakutan dan penyesalan terpendam—seperti perasaan salah jurusan atau salah memilih sekolah—tetapi juga menuliskan harapan besar mereka untuk pembelajaran ke depan. Banyak di antaranya yang mendambakan suasana kelas yang segar dengan adanya ice breaking sebelum mulai belajar. Menanggapi respon tersebut, Ibu Feronika dengan penuh empati memvalidasi emosi murid sekaligus menjadikan aspirasi mereka sebagai masukan berharga. Bagi beliau, suara murid ini menjadi motivasi untuk terus berbenah dalam menyajikan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan.
Di sela-sela diskusi yang menyentuh dan keseruan permainan Two Truths and One Lie tersebut, Ibu Feronika memberikan suntikan semangat dan menegaskan bahwa tidak ada kata terlambat untuk bertumbuh. Beliau berpesan bahwa komunikasi yang baik adalah kunci sukses dalam belajar, dan berharap para murid bisa lebih proaktif serta percaya diri dalam berproses. Setelah motivasi tersebut tertanam, kegiatan dilanjutkan dengan ruang negosiasi kesepakatan kelas bersama murid serta pemaparan peta jalan (roadmap) materi KK Bank selama satu tahun ke depan. Pertemuan perdana yang bermakna ini pun diakhiri dengan sesi foto bersama yang penuh dengan senyuman baru.
Melalui kegiatan pembuka yang inspiratif ini, SMKN Jenawi berharap seluruh murid kelas XI AKL 1 dapat mengikis keraguan mereka dan menjalani proses belajar dengan optimisme tinggi. Semoga langkah awal yang penuh keterbukaan, kolaborasi positif, dan komitmen bersama untuk menciptakan kelas yang menyenangkan ini menjadi batu loncatan bagi para murid untuk terus bersinar dan menggali potensi terbaik mereka. Selamat belajar dan mari bersiap untuk bersinar bersama!