Isi Berita / Informasi
KARANGANYAR – Dalam upaya memastikan keselarasan antara kompetensi di sekolah dengan kebutuhan dunia kerja, kegiatan monitoring Praktik Kerja Lapangan (PKL) tahap ke-2 sukses dilaksanakan di Toserba MITRA BEJEN, Karanganyar. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi perkembangan dan etos kerja para siswa yang sedang menimba ilmu langsung di industri ritel.
Monitoring ini dihadiri langsung oleh Tim Pembimbing PKL dari SMK Negwri Jenawi yang disambut hangat oleh manajemen Toserba MITRA BEJEN. Fokus utama dari monitoring tahap kedua ini adalah melihat sejauh mana adaptasi keterampilan siswa, kedisiplinan, serta kemampuan komunikasi mereka dalam melayani pelanggan setelah berjalan beberapa bulan.
Perwakilan guru pembimbing, Wijanarko, S. Pd menyampaikan bahwa monitoring berkala ini sangat krusial untuk menjaga kualitas serapan ilmu siswa.
"Melalui monitoring tahap ke-2 ini, kami ingin memastikan siswa tidak hanya sekadar hadir, tetapi benar-benar menyerap budaya kerja, manajemen operasional, dan pelayanan prima yang diterapkan di Toserba MITRA BEJEN," ujarnya.
Selama proses monitoring, pihak sekolah bersama manajemen ritel melakukan diskusi intensif mengenai performa masing-masing siswa. Pihak Toserba MITRA BEJEN memberikan apresiasi positif terhadap kinerja para peserta PKL yang dinilai cekatan, disiplin, dan memiliki kemauan belajar yang tinggi.
Selain memantau aspek teknis pekerjaan seperti penataan produk (display), pengecekan stok, dan kasir, tim monitoring juga memberikan motivasi kepada para siswa agar tetap menjaga stamina dan nama baik almamater hingga masa PKL berakhir.
Dengan adanya sinergi yang kuat antara dunia pendidikan dan dunia industri (DUDI) seperti ini, diharapkan para lulusan nantinya tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki mentalitas profesional yang matang untuk bersaing di pasar kerja global.
Monitoring ini dihadiri langsung oleh Tim Pembimbing PKL dari SMK Negwri Jenawi yang disambut hangat oleh manajemen Toserba MITRA BEJEN. Fokus utama dari monitoring tahap kedua ini adalah melihat sejauh mana adaptasi keterampilan siswa, kedisiplinan, serta kemampuan komunikasi mereka dalam melayani pelanggan setelah berjalan beberapa bulan.
Perwakilan guru pembimbing, Wijanarko, S. Pd menyampaikan bahwa monitoring berkala ini sangat krusial untuk menjaga kualitas serapan ilmu siswa.
"Melalui monitoring tahap ke-2 ini, kami ingin memastikan siswa tidak hanya sekadar hadir, tetapi benar-benar menyerap budaya kerja, manajemen operasional, dan pelayanan prima yang diterapkan di Toserba MITRA BEJEN," ujarnya.
Selama proses monitoring, pihak sekolah bersama manajemen ritel melakukan diskusi intensif mengenai performa masing-masing siswa. Pihak Toserba MITRA BEJEN memberikan apresiasi positif terhadap kinerja para peserta PKL yang dinilai cekatan, disiplin, dan memiliki kemauan belajar yang tinggi.
Selain memantau aspek teknis pekerjaan seperti penataan produk (display), pengecekan stok, dan kasir, tim monitoring juga memberikan motivasi kepada para siswa agar tetap menjaga stamina dan nama baik almamater hingga masa PKL berakhir.
Dengan adanya sinergi yang kuat antara dunia pendidikan dan dunia industri (DUDI) seperti ini, diharapkan para lulusan nantinya tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki mentalitas profesional yang matang untuk bersaing di pasar kerja global.