Isi Berita / Informasi
Suasana hangat dan penuh tawa menyelimuti kawasan hijau Taman Hutan Raya (Tahura) Ngargoyoso pada tanggal 25 Mei 2026. Hari itu, seluruh siswa SMK Negeri Jenawi berkumpul bersama di alam terbuka untuk mengikuti kegiatan penting bernama Sosiokultural Capacity Building 2026. Berada di bawah rindangnya pepohonan, mereka diajak untuk menyatu dengan keindahan alam yang asri sejak pagi hari. Kegiatan ini dirancang khusus sebagai ruang bagi seluruh siswa untuk saling mengenal lebih dekat, melepaskan penat, dan membangun ikatan batin yang kuat agar vibes kekeluargaan di antara mereka semakin tumbuh dan naik level.
Kegiatan diawali secara khidmat dengan apel pembukaan di tengah udara Tahura Ngargoyoso yang sejuk dan menyegarkan, yang kemudian langsung dilanjutkan dengan sesi senam pagi bersama untuk membakar semangat. Setelah tubuh terasa bugar, keceriaan mulai mengalir deras saat para guru bersiap di pos masing-masing. Di sinilah peran penting para guru dimulai, di mana mereka tampil sangat asyik dan penuh energi mengambil peran sebagai instruktur fun game. Melalui interaksi yang santai ini, jarak antara guru dan siswa melebur menjadi rasa sayang yang tulus layaknya orang tua dan anak dalam sebuah keluarga besar.
Memasuki agenda inti, petualangan yang dinantikan pun dimulai saat para siswa harus menjelajahi lima pos permainan (game) kelompok yang menantang. Mengusung tema besar, "Tanpa Bullying Kita Wujudkan Kerjasama Dan Menumbuhkan Disiplin Serta Menanamkan Karakter", setiap pos tantangan dirancang untuk melatih kekompakan. Kelima permainan tersebut adalah Menyeberangi Pulau, Jalan Rintang, Merayap, Lompat Zig Zag, dan Pesan Berantai. Di sini, ego dan sifat mau menang sendiri perlahan luntur, digantikan oleh rasa peduli yang menjadi fondasi utama dalam kekeluargaan mereka.
Keseruan semakin memuncak saat para siswa berjuang di pos Menyeberangi Pulau dan Jalan Rintang yang menuntut kerja sama tim yang solid agar tidak terjatuh. Fisik mereka kembali diuji di pos Merayap di atas tanah dan Lompat Zig Zag yang menguras energi namun memicu gelak tawa bersama. Terakhir, fokus dan kejujuran mereka diuji di pos Pesan Berantai, di mana komunikasi yang baik menjadi kunci utama. Melalui rintangan di setiap pos ini, para siswa belajar bahwa mereka tidak berjalan sendirian, melainkan didukung penuh oleh saudara satu sekolah di sebelahnya.
Di tengah kompetisi yang seru antar-kelompok tersebut, jalinan kekeluargaan terbukti nyata karena tidak ada tempat untuk saling mengejek atau menertawakan kesalahan orang lain. Jika ada teman yang gagal saat melompat atau salah dalam membisikkan pesan, teman yang lain dengan sigap akan merangkul dan memberi semangat untuk mencoba lagi. Pendekatan lewat praktik langsung di lapangan yang dipandu oleh para guru sebagai instruktur fun game ini terbukti jauh lebih menyentuh hati dan efektif untuk menciptakan lingkungan yang saling melindungi dan menyayangi.
Selain diajarkan tentang kerja sama, para siswa juga diingatkan untuk selalu menjaga kebersihan di area Taman Hutan Raya ini sebagai cerminan keluarga yang bertanggung jawab. Setiap siswa diwajibkan memastikan tidak ada sampah yang tertinggal di lokasi permainan maupun tempat berkumpul demi kelestarian alam bersama. Menjaga keasrian kawasan Tahura Ngargoyoso adalah bagian dari karakter mulia yang dipraktikkan secara nyata, sehingga keindahan lingkungan alamnya tetap terjaga dengan baik seperti sedia kala.
Setelah lelah berjuang melewati lima pos permainan, kedatangan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) menjelang siang hari menjadi momen yang paling dinantikan untuk bersantai bersama. Di tengah sejuknya rimbun Taman Hutan Raya Ngargoyoso, mereka duduk bersama menikmati hidangan sehat tersebut dengan sangat lahap tanpa ada sekat pembatas. Momen makan bersama di bawah rimbunnya alam ini memancarkan rasa syukur yang mendalam, sekaligus mengunci erat rasa kekeluargaan mereka menjadi sebuah kenangan indah yang akan selalu digenggam erat saat kembali ke sekolah.
Kegiatan diawali secara khidmat dengan apel pembukaan di tengah udara Tahura Ngargoyoso yang sejuk dan menyegarkan, yang kemudian langsung dilanjutkan dengan sesi senam pagi bersama untuk membakar semangat. Setelah tubuh terasa bugar, keceriaan mulai mengalir deras saat para guru bersiap di pos masing-masing. Di sinilah peran penting para guru dimulai, di mana mereka tampil sangat asyik dan penuh energi mengambil peran sebagai instruktur fun game. Melalui interaksi yang santai ini, jarak antara guru dan siswa melebur menjadi rasa sayang yang tulus layaknya orang tua dan anak dalam sebuah keluarga besar.
Memasuki agenda inti, petualangan yang dinantikan pun dimulai saat para siswa harus menjelajahi lima pos permainan (game) kelompok yang menantang. Mengusung tema besar, "Tanpa Bullying Kita Wujudkan Kerjasama Dan Menumbuhkan Disiplin Serta Menanamkan Karakter", setiap pos tantangan dirancang untuk melatih kekompakan. Kelima permainan tersebut adalah Menyeberangi Pulau, Jalan Rintang, Merayap, Lompat Zig Zag, dan Pesan Berantai. Di sini, ego dan sifat mau menang sendiri perlahan luntur, digantikan oleh rasa peduli yang menjadi fondasi utama dalam kekeluargaan mereka.
Keseruan semakin memuncak saat para siswa berjuang di pos Menyeberangi Pulau dan Jalan Rintang yang menuntut kerja sama tim yang solid agar tidak terjatuh. Fisik mereka kembali diuji di pos Merayap di atas tanah dan Lompat Zig Zag yang menguras energi namun memicu gelak tawa bersama. Terakhir, fokus dan kejujuran mereka diuji di pos Pesan Berantai, di mana komunikasi yang baik menjadi kunci utama. Melalui rintangan di setiap pos ini, para siswa belajar bahwa mereka tidak berjalan sendirian, melainkan didukung penuh oleh saudara satu sekolah di sebelahnya.
Di tengah kompetisi yang seru antar-kelompok tersebut, jalinan kekeluargaan terbukti nyata karena tidak ada tempat untuk saling mengejek atau menertawakan kesalahan orang lain. Jika ada teman yang gagal saat melompat atau salah dalam membisikkan pesan, teman yang lain dengan sigap akan merangkul dan memberi semangat untuk mencoba lagi. Pendekatan lewat praktik langsung di lapangan yang dipandu oleh para guru sebagai instruktur fun game ini terbukti jauh lebih menyentuh hati dan efektif untuk menciptakan lingkungan yang saling melindungi dan menyayangi.
Selain diajarkan tentang kerja sama, para siswa juga diingatkan untuk selalu menjaga kebersihan di area Taman Hutan Raya ini sebagai cerminan keluarga yang bertanggung jawab. Setiap siswa diwajibkan memastikan tidak ada sampah yang tertinggal di lokasi permainan maupun tempat berkumpul demi kelestarian alam bersama. Menjaga keasrian kawasan Tahura Ngargoyoso adalah bagian dari karakter mulia yang dipraktikkan secara nyata, sehingga keindahan lingkungan alamnya tetap terjaga dengan baik seperti sedia kala.
Setelah lelah berjuang melewati lima pos permainan, kedatangan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) menjelang siang hari menjadi momen yang paling dinantikan untuk bersantai bersama. Di tengah sejuknya rimbun Taman Hutan Raya Ngargoyoso, mereka duduk bersama menikmati hidangan sehat tersebut dengan sangat lahap tanpa ada sekat pembatas. Momen makan bersama di bawah rimbunnya alam ini memancarkan rasa syukur yang mendalam, sekaligus mengunci erat rasa kekeluargaan mereka menjadi sebuah kenangan indah yang akan selalu digenggam erat saat kembali ke sekolah.