Isi Berita / Informasi
Yogyakarta, 24 Juli 2026 – Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang teknologi informasi, guru Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) Mikrotik yang diselenggarakan oleh Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan ID-Networkers berkolaborasi dengan Program Studi Teknologi Rekayasa Internet. Kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari, mulai Senin, 20 Juli hingga Jumat, 24 Juli 2026, bertempat di Kampus Sekolah Vokasi UGM, Yogyakarta.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam penguasaan teknologi jaringan komputer berbasis Mikrotik yang saat ini menjadi salah satu teknologi penting di dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Selama kegiatan, peserta dibekali berbagai materi terkini, mulai dari dasar-dasar jaringan komputer, konfigurasi router Mikrotik, routing, firewall, manajemen bandwidth, keamanan jaringan, hingga troubleshooting jaringan. Seluruh materi disusun mengikuti perkembangan teknologi sehingga dapat menjadi bekal bagi guru dalam menyelenggarakan pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan industri.
Salah satu keunggulan DIKLAT ini adalah metode pembelajaran yang interaktif dan mudah dipahami. Para trainer dari ID-Networkers menyampaikan materi secara sistematis dengan bahasa yang sederhana, disertai demonstrasi, studi kasus, dan praktik langsung (hands-on). Pendekatan tersebut membuat peserta lebih mudah memahami setiap konsep dan mampu mengimplementasikannya secara mandiri dalam konfigurasi jaringan maupun saat diterapkan pada proses pembelajaran di sekolah.
Tidak hanya menghadirkan materi yang berkualitas, suasana pelatihan juga dibuat menyenangkan. Di sela-sela sesi pembelajaran, trainer mengajak seluruh peserta mengikuti berbagai kegiatan ice breaking yang mampu mencairkan suasana, mengembalikan konsentrasi, serta meningkatkan semangat belajar. Interaksi yang hangat antara trainer dan peserta menjadikan proses belajar terasa lebih santai namun tetap produktif. Hal tersebut menciptakan lingkungan belajar yang kolaboratif sehingga peserta lebih aktif berdiskusi, bertanya, dan berbagi pengalaman.
Selain memperoleh wawasan baru mengenai perkembangan teknologi jaringan komputer, peserta juga mendapatkan pengalaman berharga melalui diskusi dengan instruktur dan peserta dari berbagai daerah. Kesempatan ini menjadi ajang bertukar informasi, memperluas jejaring profesional, serta mengenal berbagai praktik terbaik dalam implementasi jaringan komputer di lingkungan pendidikan maupun industri.
Keikutsertaan guru dalam DIKLAT Mikrotik ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk terus meningkatkan profesionalisme pendidik. Kompetensi yang diperoleh diharapkan dapat diimplementasikan dalam kegiatan belajar mengajar sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih aplikatif, mengikuti perkembangan teknologi, dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja.
Salah satu peserta mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan banyak manfaat, baik dari sisi pengetahuan maupun pengalaman praktik.
"Pelatihan ini sangat bermanfaat karena materi yang disampaikan merupakan teknologi yang banyak digunakan di industri saat ini. Cara penyampaian trainer sangat jelas, mudah dipahami, dan setiap materi langsung dipraktikkan sehingga kami lebih percaya diri untuk menerapkannya di sekolah. Suasana pelatihan juga sangat menyenangkan karena diselingi berbagai ice breaking yang membuat peserta tetap bersemangat mengikuti setiap sesi," ungkap salah satu guru peserta.
Melalui kegiatan ini, diharapkan guru-guru TKJ mampu mengembangkan pembelajaran yang lebih inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Sekolah juga terus berkomitmen mendukung peningkatan kompetensi pendidik melalui berbagai program pengembangan profesional agar mampu mencetak lulusan yang kompeten, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di era transformasi digital.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam penguasaan teknologi jaringan komputer berbasis Mikrotik yang saat ini menjadi salah satu teknologi penting di dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Selama kegiatan, peserta dibekali berbagai materi terkini, mulai dari dasar-dasar jaringan komputer, konfigurasi router Mikrotik, routing, firewall, manajemen bandwidth, keamanan jaringan, hingga troubleshooting jaringan. Seluruh materi disusun mengikuti perkembangan teknologi sehingga dapat menjadi bekal bagi guru dalam menyelenggarakan pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan industri.
Salah satu keunggulan DIKLAT ini adalah metode pembelajaran yang interaktif dan mudah dipahami. Para trainer dari ID-Networkers menyampaikan materi secara sistematis dengan bahasa yang sederhana, disertai demonstrasi, studi kasus, dan praktik langsung (hands-on). Pendekatan tersebut membuat peserta lebih mudah memahami setiap konsep dan mampu mengimplementasikannya secara mandiri dalam konfigurasi jaringan maupun saat diterapkan pada proses pembelajaran di sekolah.
Tidak hanya menghadirkan materi yang berkualitas, suasana pelatihan juga dibuat menyenangkan. Di sela-sela sesi pembelajaran, trainer mengajak seluruh peserta mengikuti berbagai kegiatan ice breaking yang mampu mencairkan suasana, mengembalikan konsentrasi, serta meningkatkan semangat belajar. Interaksi yang hangat antara trainer dan peserta menjadikan proses belajar terasa lebih santai namun tetap produktif. Hal tersebut menciptakan lingkungan belajar yang kolaboratif sehingga peserta lebih aktif berdiskusi, bertanya, dan berbagi pengalaman.
Selain memperoleh wawasan baru mengenai perkembangan teknologi jaringan komputer, peserta juga mendapatkan pengalaman berharga melalui diskusi dengan instruktur dan peserta dari berbagai daerah. Kesempatan ini menjadi ajang bertukar informasi, memperluas jejaring profesional, serta mengenal berbagai praktik terbaik dalam implementasi jaringan komputer di lingkungan pendidikan maupun industri.
Keikutsertaan guru dalam DIKLAT Mikrotik ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk terus meningkatkan profesionalisme pendidik. Kompetensi yang diperoleh diharapkan dapat diimplementasikan dalam kegiatan belajar mengajar sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih aplikatif, mengikuti perkembangan teknologi, dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja.
Salah satu peserta mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan banyak manfaat, baik dari sisi pengetahuan maupun pengalaman praktik.
"Pelatihan ini sangat bermanfaat karena materi yang disampaikan merupakan teknologi yang banyak digunakan di industri saat ini. Cara penyampaian trainer sangat jelas, mudah dipahami, dan setiap materi langsung dipraktikkan sehingga kami lebih percaya diri untuk menerapkannya di sekolah. Suasana pelatihan juga sangat menyenangkan karena diselingi berbagai ice breaking yang membuat peserta tetap bersemangat mengikuti setiap sesi," ungkap salah satu guru peserta.
Melalui kegiatan ini, diharapkan guru-guru TKJ mampu mengembangkan pembelajaran yang lebih inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Sekolah juga terus berkomitmen mendukung peningkatan kompetensi pendidik melalui berbagai program pengembangan profesional agar mampu mencetak lulusan yang kompeten, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di era transformasi digital.