Isi Berita / Informasi
SMKN Jenawi mengikuti kegiatan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) yang diselenggarakan secara luring di BBGTK Jawa Tengah pada tanggal 30 Mei sampai 8 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh peserta bakal calon kepala sekolah dari berbagai satuan pendidikan sebagai upaya penguatan kompetensi kepemimpinan pendidikan yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis peningkatan mutu sekolah.
Andi Saputro, S.Kom selaku Kepala SMKN Jenawi mengikuti kegiatan tersebut untuk memperkuat kompetensi kepemimpinan pembelajaran, pengelolaan sekolah berbasis data, supervisi akademik reflektif, serta pengembangan budaya kolaborasi dan inovasi di sekolah.
Selama kegiatan BCKS, peserta memperoleh materi terkait pengelolaan kinerja guru dan tenaga kependidikan (GTK), pembelajaran mendalam, coaching dan mentoring, pengelolaan berbasis data, kepemimpinan kewirausahaan, serta penguatan jejaring dan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Kegiatan juga dilaksanakan melalui observasi praktik baik di sekolah mentor, Focus Group Discussion (FGD), refleksi pembelajaran, dan penyusunan proyek transformasi kepemimpinan sekolah. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pengalaman nyata mengenai penguatan budaya kolaborasi guru, pengelolaan Teaching Factory (TEFA), pembelajaran berbasis proyek, hingga pengembangan tata kelola sekolah yang lebih efektif dan berbasis data. Sebagai tindak lanjut, peserta menyusun proyek transformasi kepemimpinan sekolah yang diharapkan mampu mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan secara berkelanjutan.
Selain penguatan kompetensi manajerial, kegiatan BCKS juga menjadi ruang pembelajaran kolaboratif antar peserta dari berbagai daerah untuk saling berbagi pengalaman, tantangan, dan praktik baik pengelolaan sekolah. Diskusi yang dilakukan selama kegiatan memberikan wawasan baru mengenai pentingnya kepemimpinan yang humanis, reflektif, inovatif, dan mampu membangun budaya kerja yang positif di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini juga mendorong peserta untuk lebih siap menghadapi tantangan pendidikan di era transformasi digital dan pembelajaran mendalam. Dengan penguatan kompetensi kepemimpinan yang diperoleh selama BCKS, diharapkan kepala sekolah mampu menghadirkan perubahan nyata dalam peningkatan kualitas pembelajaran, pengelolaan sekolah berbasis data, serta pengembangan kemitraan strategis untuk mendukung mutu pendidikan yang berkelanjutan. BCKS diharapkan mampu membentuk calon kepala sekolah yang memiliki kompetensi kepemimpinan transformatif, mampu membangun budaya refleksi dan kolaborasi, serta menghadirkan inovasi yang berdampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di sekolah dan masyarakat.
Andi Saputro, S.Kom selaku Kepala SMKN Jenawi mengikuti kegiatan tersebut untuk memperkuat kompetensi kepemimpinan pembelajaran, pengelolaan sekolah berbasis data, supervisi akademik reflektif, serta pengembangan budaya kolaborasi dan inovasi di sekolah.
Selama kegiatan BCKS, peserta memperoleh materi terkait pengelolaan kinerja guru dan tenaga kependidikan (GTK), pembelajaran mendalam, coaching dan mentoring, pengelolaan berbasis data, kepemimpinan kewirausahaan, serta penguatan jejaring dan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Kegiatan juga dilaksanakan melalui observasi praktik baik di sekolah mentor, Focus Group Discussion (FGD), refleksi pembelajaran, dan penyusunan proyek transformasi kepemimpinan sekolah. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pengalaman nyata mengenai penguatan budaya kolaborasi guru, pengelolaan Teaching Factory (TEFA), pembelajaran berbasis proyek, hingga pengembangan tata kelola sekolah yang lebih efektif dan berbasis data. Sebagai tindak lanjut, peserta menyusun proyek transformasi kepemimpinan sekolah yang diharapkan mampu mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan secara berkelanjutan.
Selain penguatan kompetensi manajerial, kegiatan BCKS juga menjadi ruang pembelajaran kolaboratif antar peserta dari berbagai daerah untuk saling berbagi pengalaman, tantangan, dan praktik baik pengelolaan sekolah. Diskusi yang dilakukan selama kegiatan memberikan wawasan baru mengenai pentingnya kepemimpinan yang humanis, reflektif, inovatif, dan mampu membangun budaya kerja yang positif di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini juga mendorong peserta untuk lebih siap menghadapi tantangan pendidikan di era transformasi digital dan pembelajaran mendalam. Dengan penguatan kompetensi kepemimpinan yang diperoleh selama BCKS, diharapkan kepala sekolah mampu menghadirkan perubahan nyata dalam peningkatan kualitas pembelajaran, pengelolaan sekolah berbasis data, serta pengembangan kemitraan strategis untuk mendukung mutu pendidikan yang berkelanjutan. BCKS diharapkan mampu membentuk calon kepala sekolah yang memiliki kompetensi kepemimpinan transformatif, mampu membangun budaya refleksi dan kolaborasi, serta menghadirkan inovasi yang berdampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di sekolah dan masyarakat.