Isi Berita / Informasi
Karanganyar – Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan vokasi, dua guru SMK Negeri Jenawi, yaitu Mariya Ervina Susanti, S.Pd selaku guru Matematika dan Adhi Satria Laksana, S.Pd selaku guru Produktif Otomotif, mengikuti Pendampingan Implementasi Pembelajaran Mendalam yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV). Kegiatan dilaksanakan pada Kamis–Jumat, 23–24 Juli 2026, bertempat di SMK Negeri 1 Karanganyar sebagai SMK Pusat Belajar, dan diikuti oleh perwakilan guru normatif, adaptif, serta produktif dari SMK negeri maupun swasta se-Kabupaten Karanganyar.
Kegiatan pendampingan bertujuan memperkuat pemahaman guru dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam (Deep Learning) yang berpusat pada peserta didik serta selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Melalui pendampingan ini, peserta dibimbing untuk merancang pembelajaran yang lebih efektif, kontekstual, dan mampu membangun kompetensi peserta didik secara utuh.
Selama kegiatan, peserta memperoleh materi mengenai menyaring esensi materi pembelajaran agar guru mampu menentukan konsep-konsep inti yang benar-benar harus dikuasai peserta didik. Selain itu, peserta juga dibimbing dalam menyusun kalimat pemantik yang kuat sebagai strategi membangun rasa ingin tahu, mengaktifkan proses berpikir kritis, dan mendorong keterlibatan peserta didik sejak awal pembelajaran.
Materi selanjutnya membahas Teaching Factory (TEFA) sebagai pendekatan pembelajaran yang menghadirkan budaya dan proses kerja industri ke dalam lingkungan sekolah. Peserta juga mempelajari alur penyusunan rencana pembelajaran berbasis TEFA, mulai dari mengidentifikasi capaian pembelajaran, menyaring esensi materi, merancang kalimat pemantik, menyusun pengalaman belajar yang selaras dengan alur kerja industri, hingga menyusun asesmen yang mampu mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara komprehensif.
Selama pendampingan, peserta mengikuti diskusi, kerja kelompok, serta presentasi hasil penyusunan rancangan pembelajaran untuk memperoleh masukan dari narasumber dan peserta lainnya. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan kolaboratif sehingga memberikan banyak wawasan serta praktik baik yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.
Melalui kegiatan ini, diharapkan hasil pendampingan dapat diimplementasikan di SMK Negeri Jenawi sebagai upaya memperkuat pembelajaran mendalam yang terintegrasi dengan Teaching Factory. Dengan demikian, proses pembelajaran diharapkan semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja, mampu mengembangkan kompetensi peserta didik secara optimal, serta menghasilkan lulusan yang berkarakter, kompeten, dan siap menghadapi tantangan dunia usaha dan dunia industri.
Kegiatan pendampingan bertujuan memperkuat pemahaman guru dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam (Deep Learning) yang berpusat pada peserta didik serta selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Melalui pendampingan ini, peserta dibimbing untuk merancang pembelajaran yang lebih efektif, kontekstual, dan mampu membangun kompetensi peserta didik secara utuh.
Selama kegiatan, peserta memperoleh materi mengenai menyaring esensi materi pembelajaran agar guru mampu menentukan konsep-konsep inti yang benar-benar harus dikuasai peserta didik. Selain itu, peserta juga dibimbing dalam menyusun kalimat pemantik yang kuat sebagai strategi membangun rasa ingin tahu, mengaktifkan proses berpikir kritis, dan mendorong keterlibatan peserta didik sejak awal pembelajaran.
Materi selanjutnya membahas Teaching Factory (TEFA) sebagai pendekatan pembelajaran yang menghadirkan budaya dan proses kerja industri ke dalam lingkungan sekolah. Peserta juga mempelajari alur penyusunan rencana pembelajaran berbasis TEFA, mulai dari mengidentifikasi capaian pembelajaran, menyaring esensi materi, merancang kalimat pemantik, menyusun pengalaman belajar yang selaras dengan alur kerja industri, hingga menyusun asesmen yang mampu mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara komprehensif.
Selama pendampingan, peserta mengikuti diskusi, kerja kelompok, serta presentasi hasil penyusunan rancangan pembelajaran untuk memperoleh masukan dari narasumber dan peserta lainnya. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan kolaboratif sehingga memberikan banyak wawasan serta praktik baik yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.
Melalui kegiatan ini, diharapkan hasil pendampingan dapat diimplementasikan di SMK Negeri Jenawi sebagai upaya memperkuat pembelajaran mendalam yang terintegrasi dengan Teaching Factory. Dengan demikian, proses pembelajaran diharapkan semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja, mampu mengembangkan kompetensi peserta didik secara optimal, serta menghasilkan lulusan yang berkarakter, kompeten, dan siap menghadapi tantangan dunia usaha dan dunia industri.