Isi Berita / Informasi
Ada pemandangan berbeda di Taman Hutan Raya (TAHURA) KGPAA. Mangkunagoro I pada Senin (25/5/2026). Ratusan siswa SMK Negeri Jenawi tampak berkumpul bukan sekadar untuk bertamasya, melainkan untuk menguji batasan diri dan kerja sama tim. Melalui program Sosiokultural Capacity Building, sekolah ini menggelar serangkaian permainan edukatif, dengan simulasi "jalan rintang" sebagai salah satu menu utamanya.
Kegiatan luar ruangan (outbound) ini dirancang khusus bukan hanya untuk menyegarkan pikiran, tetapi sebagai langkah strategis sekolah dalam membekali siswa menghadapi ketatnya persaingan di dunia kerja masa depan.
Menembus Batas Ego Lewat "Jalan Rintang"
Dalam permainan jalan rintang yang menjadi sorotan utama, para siswa dihadapkan pada berbagai rintangan fisik yang mustahil diselesaikan secara individu. Setiap kelompok dituntut untuk menyusun strategi, menekan ego masing-masing, dan saling mengulurkan tangan demi mencapai garis akhir.
Kepala SMK Negeri Jenawi Bapak Andi Saputro, S.Kom menjelaskan bahwa pemilihan TAHURA sebagai lokasi kegiatan memberikan atmosfer yang mendukung. Udara segar dan tantangan alam terbuka dinilai sangat efektif untuk menstimulasi kemampuan adaptasi dan komunikasi interpersonal siswa.
"Dunia kerja masa kini tidak hanya butuh kecerdasan akademik atau keahlian teknis (hard skills). Kemampuan bekerja sama dalam tim, mengelola stres, dan berkomunikasi dengan baik (soft skills) justru menjadi penentu utama kesuksesan mereka kelak," ujarnya di sela-sela kegiatan.
Menanamkan Nilai Sosiokultural demi Masa Depan
Program Sosiokultural Capacity Building ini berfokus pada pembentukan karakter yang tangguh dan adaptif. Melalui dinamika kelompok dalam permainan, siswa diajarkan untuk menghargai perbedaan pendapat, mengambil keputusan di bawah tekanan, dan saling percaya satu sama lain.
Berikut adalah tiga poin utama yang menjadi target capaian dalam kegiatan ini:
• Peningkatan Kohesi Tim: Mengubah ego individu menjadi kekuatan kolektif kelompok.
• Komunikasi Efektif: Melatih kepemimpinan dan mendengarkan instruksi dengan jelas di tengah situasi sulit.
• Resiliensi Mental: Membangun sikap pantang menyerah saat menghadapi kendala atau kegagalan awal.
Para siswa pun tampak antusias mengikuti setiap sesi. Banyak dari mereka mengaku bahwa permainan ini membuka mata mereka tentang pentingnya arti sebuah koordinasi dan kepercayaan terhadap rekan satu tim.
Kegiatan luar ruangan (outbound) ini dirancang khusus bukan hanya untuk menyegarkan pikiran, tetapi sebagai langkah strategis sekolah dalam membekali siswa menghadapi ketatnya persaingan di dunia kerja masa depan.
Menembus Batas Ego Lewat "Jalan Rintang"
Dalam permainan jalan rintang yang menjadi sorotan utama, para siswa dihadapkan pada berbagai rintangan fisik yang mustahil diselesaikan secara individu. Setiap kelompok dituntut untuk menyusun strategi, menekan ego masing-masing, dan saling mengulurkan tangan demi mencapai garis akhir.
Kepala SMK Negeri Jenawi Bapak Andi Saputro, S.Kom menjelaskan bahwa pemilihan TAHURA sebagai lokasi kegiatan memberikan atmosfer yang mendukung. Udara segar dan tantangan alam terbuka dinilai sangat efektif untuk menstimulasi kemampuan adaptasi dan komunikasi interpersonal siswa.
"Dunia kerja masa kini tidak hanya butuh kecerdasan akademik atau keahlian teknis (hard skills). Kemampuan bekerja sama dalam tim, mengelola stres, dan berkomunikasi dengan baik (soft skills) justru menjadi penentu utama kesuksesan mereka kelak," ujarnya di sela-sela kegiatan.
Menanamkan Nilai Sosiokultural demi Masa Depan
Program Sosiokultural Capacity Building ini berfokus pada pembentukan karakter yang tangguh dan adaptif. Melalui dinamika kelompok dalam permainan, siswa diajarkan untuk menghargai perbedaan pendapat, mengambil keputusan di bawah tekanan, dan saling percaya satu sama lain.
Berikut adalah tiga poin utama yang menjadi target capaian dalam kegiatan ini:
• Peningkatan Kohesi Tim: Mengubah ego individu menjadi kekuatan kolektif kelompok.
• Komunikasi Efektif: Melatih kepemimpinan dan mendengarkan instruksi dengan jelas di tengah situasi sulit.
• Resiliensi Mental: Membangun sikap pantang menyerah saat menghadapi kendala atau kegagalan awal.
Para siswa pun tampak antusias mengikuti setiap sesi. Banyak dari mereka mengaku bahwa permainan ini membuka mata mereka tentang pentingnya arti sebuah koordinasi dan kepercayaan terhadap rekan satu tim.