Isi Berita / Informasi
Karanganyar — Peran Guru Bimbingan dan Konseling (BK) di era digital dituntut untuk melampaui batas-batas ruang konseling konvensional. Sadar akan besarnya pengaruh dunia maya terhadap kesehatan mental remaja,MGBK SMK Kab.Karanganyar bersama UNS menyelenggarakan pelatihan intensif mengenai "Pemanfaatan Media Sosial sebagai Media Promotif dan Preventif Psychological Well-Being bagi Guru BK". Kegiatan yang dihadiri guru BK SMK Kab. Karanganyar Pada Tanggal 6 Juli 2026 ini bertujuan untuk membekali para pendidik dengan keterampilan memanfaatkan platform digital-seperti Instagram, TikTok, hingga YouTube-bukan sekadar sebagai hiburan, melainkan sebagai instrumen strategis layanan bimbingan konseling. Narasumber Ibu Dr. Ribut Purwaningrum, M.Pd selaku Dosen BK UNS dan Bapak Tribowo Probo Sukarno, S.Pd Guru BK SMP N Jatirogo yang memberikan wawasan bagaimana cara biar Medsos menjadi alat bantu preventif untuk kesehatan mental anak-anaak SMK sekarang.
BERGERAK SEBELUM TERJADI MASALAH: FUNGSI PROMOTIF DAN PREVENTIF
Selama ini, media sosial sering kali dituding sebagai salah satu pemicu kecemasan (anxiety) dan perbandingan sosial negatif di kalangan remaja. Namun, melalui pelatihan ini, sudut pandang tersebut dibalik. Guru BK diajak untuk mengeksplorasi potensi media sosial sebagai sarana pertahanan pertama kesehatan mental siswa. Dalam konteks promotif, Guru BK dilatih untuk memproduksi konten-konten kreatif yang mengedukasi tentang pentingnya kesejahteraan psikologis (psychological well-being). Ini mencakup konten tentang manajemen stres, membangun rasa percaya diri, hingga tips fokus belajar di tengah disrupsi digital. Sedangkan dalam fungsi preventif, kehadiran konten edukatif dari Guru BK di linimasa siswa diharapkan dapat menyaring atau mencegah dampak buruk dari fenomena cyberbullying, kecanduan gawai, hingga krisis identitas yang kerap dialami usia SMK. "Siswa-siswi SMK saat ini menghabiskan waktu berjam-jam di media sosial. Jika kita tidak masuk ke ruang digital mereka dengan konten yang positif dan menguatkan secara psikologis, ruang tersebut akan diisi oleh hal-hal yang berpotensi merusak mental mereka.
DARI PEMBUATAN KONTEN HINGGA KONSELING SIBER PINTAR
Pelatihan yang berlangsung interaktif ini membekali para peserta dengan keterampilan praktis, mulai dari dasar-dasar desain grafis untuk BK, hingga etika layanan konseling berbasis siber (cyber counseling). Guru BK tidak hanya diajarkan membuat infografis yang menarik, tetapi juga bagaimana cara merespons sinyal-sinyal darurat (red flags) kesehatan mental yang kerap ditunjukkan siswa melalui status atau unggahan mereka di media sosial.
HARAPAN DAN DAMPAK NYATA
Melalui pemanfaatan medsos yang terstruktur dan profesional ini, diharapkan hambatan geografis dan psikologis antara siswa dan Guru BK dapat terkikis. Siswa tidak lagi merasa canggung atau takut untuk berkonsultasi, karena Guru BK kini hadir lebih dekat, ramah, dan adaptif di ruang yang paling akrab dengan keseharian mereka. Kegiatan MGBK ini menegaskan komitmen bersama para Guru BK SMK Kab. Karanganyar, termasuk SMK Negeri Jenawi, untuk terus bertransformasi demi melahirkan generasi muda yang tidak hanya kompeten secara vokasional, tetapi juga tangguh secara mental.
BERGERAK SEBELUM TERJADI MASALAH: FUNGSI PROMOTIF DAN PREVENTIF
Selama ini, media sosial sering kali dituding sebagai salah satu pemicu kecemasan (anxiety) dan perbandingan sosial negatif di kalangan remaja. Namun, melalui pelatihan ini, sudut pandang tersebut dibalik. Guru BK diajak untuk mengeksplorasi potensi media sosial sebagai sarana pertahanan pertama kesehatan mental siswa. Dalam konteks promotif, Guru BK dilatih untuk memproduksi konten-konten kreatif yang mengedukasi tentang pentingnya kesejahteraan psikologis (psychological well-being). Ini mencakup konten tentang manajemen stres, membangun rasa percaya diri, hingga tips fokus belajar di tengah disrupsi digital. Sedangkan dalam fungsi preventif, kehadiran konten edukatif dari Guru BK di linimasa siswa diharapkan dapat menyaring atau mencegah dampak buruk dari fenomena cyberbullying, kecanduan gawai, hingga krisis identitas yang kerap dialami usia SMK. "Siswa-siswi SMK saat ini menghabiskan waktu berjam-jam di media sosial. Jika kita tidak masuk ke ruang digital mereka dengan konten yang positif dan menguatkan secara psikologis, ruang tersebut akan diisi oleh hal-hal yang berpotensi merusak mental mereka.
DARI PEMBUATAN KONTEN HINGGA KONSELING SIBER PINTAR
Pelatihan yang berlangsung interaktif ini membekali para peserta dengan keterampilan praktis, mulai dari dasar-dasar desain grafis untuk BK, hingga etika layanan konseling berbasis siber (cyber counseling). Guru BK tidak hanya diajarkan membuat infografis yang menarik, tetapi juga bagaimana cara merespons sinyal-sinyal darurat (red flags) kesehatan mental yang kerap ditunjukkan siswa melalui status atau unggahan mereka di media sosial.
HARAPAN DAN DAMPAK NYATA
Melalui pemanfaatan medsos yang terstruktur dan profesional ini, diharapkan hambatan geografis dan psikologis antara siswa dan Guru BK dapat terkikis. Siswa tidak lagi merasa canggung atau takut untuk berkonsultasi, karena Guru BK kini hadir lebih dekat, ramah, dan adaptif di ruang yang paling akrab dengan keseharian mereka. Kegiatan MGBK ini menegaskan komitmen bersama para Guru BK SMK Kab. Karanganyar, termasuk SMK Negeri Jenawi, untuk terus bertransformasi demi melahirkan generasi muda yang tidak hanya kompeten secara vokasional, tetapi juga tangguh secara mental.