Isi Berita / Informasi
KARANGANYAR — Peta pendidikan di Jawa Tengah bersiap menghadapi lompatan teknologi besar. Ratusan Guru Informatika dari berbagai daerah di Provinsi Jawa Tengah berkumpul di Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Tengah untuk mengikuti kegiatan intensif bertajuk AI Ready ASEAN (AIRA) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari penuh, mulai dari tanggal 13 hingga 17 Juli 2026.
Pelatihan ini digelar sebagai respons konkret terhadap pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (AI) dan kebutuhan dunia industri. Melalui program ini, para guru dibekali kompetensi tingkat lanjut agar mampu mengintegrasikan kurikulum koding tingkat global dan literasi AI ke dalam ruang-ruang kelas di sekolah.
Mempersiapkan Kurikulum Masa Depan
Selama lima hari, BBGP Jawa Tengah bertransformasi menjadi pusat inovasi digital. Para peserta tidak hanya belajar teori dasar, melainkan langsung melakukan praktik (hands-on) pemrograman, analisis data, serta pemanfaatan perangkat AI modern untuk pembelajaran.
Program AI Ready ASEAN (AIRA) sendiri berfokus pada standarisasi kompetensi digital di tingkat regional, memastikan bahwa para pengajar dan siswa di Jawa Tengah memiliki daya saing yang setara dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Sementara itu, materi Koding dan Kecerdasan Artifisial dirancang untuk mengasah kemampuan berpikir komputasional (computational thinking) serta logika pemecahan masalah yang menjadi fondasi utama teknologi masa depan.
Dampak Langsung ke Ruang Kelas
Kepala BBGP Provinsi Jawa Tengah menegaskan bahwa guru informatika memegang peranan kunci sebagai agen perubahan. Inovasi teknologi tidak akan berdampak besar tanpa adanya guru yang siap dan kompeten untuk menyalurkannya kepada para siswa.
Salah satu perwakilan guru peserta mengungkapkan antusiasmenya terhadap pelatihan ini. Menurutnya, materi yang didapatkan sangat relevan untuk mengubah cara pandang siswa terhadap teknologi. Dari yang semula hanya sebagai konsumen atau pengguna aplikasi, menjadi kreator dan pemecah masalah menggunakan AI dan koding.
Dengan berakhirnya kegiatan ini pada 17 Juli 2026, para guru yang kembali ke daerah masing-masing diharapkan dapat segera mengimbaskan ilmu yang didapat. Langkah ini menjadi modal penting bagi Provinsi Jawa Tengah untuk melahirkan generasi muda yang tidak hanya melek digital, tetapi juga siap memimpin inovasi di era kecerdasan artifisial baik di tingkat nasional maupun ASEAN.
Pelatihan ini digelar sebagai respons konkret terhadap pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (AI) dan kebutuhan dunia industri. Melalui program ini, para guru dibekali kompetensi tingkat lanjut agar mampu mengintegrasikan kurikulum koding tingkat global dan literasi AI ke dalam ruang-ruang kelas di sekolah.
Mempersiapkan Kurikulum Masa Depan
Selama lima hari, BBGP Jawa Tengah bertransformasi menjadi pusat inovasi digital. Para peserta tidak hanya belajar teori dasar, melainkan langsung melakukan praktik (hands-on) pemrograman, analisis data, serta pemanfaatan perangkat AI modern untuk pembelajaran.
Program AI Ready ASEAN (AIRA) sendiri berfokus pada standarisasi kompetensi digital di tingkat regional, memastikan bahwa para pengajar dan siswa di Jawa Tengah memiliki daya saing yang setara dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Sementara itu, materi Koding dan Kecerdasan Artifisial dirancang untuk mengasah kemampuan berpikir komputasional (computational thinking) serta logika pemecahan masalah yang menjadi fondasi utama teknologi masa depan.
Dampak Langsung ke Ruang Kelas
Kepala BBGP Provinsi Jawa Tengah menegaskan bahwa guru informatika memegang peranan kunci sebagai agen perubahan. Inovasi teknologi tidak akan berdampak besar tanpa adanya guru yang siap dan kompeten untuk menyalurkannya kepada para siswa.
Salah satu perwakilan guru peserta mengungkapkan antusiasmenya terhadap pelatihan ini. Menurutnya, materi yang didapatkan sangat relevan untuk mengubah cara pandang siswa terhadap teknologi. Dari yang semula hanya sebagai konsumen atau pengguna aplikasi, menjadi kreator dan pemecah masalah menggunakan AI dan koding.
Dengan berakhirnya kegiatan ini pada 17 Juli 2026, para guru yang kembali ke daerah masing-masing diharapkan dapat segera mengimbaskan ilmu yang didapat. Langkah ini menjadi modal penting bagi Provinsi Jawa Tengah untuk melahirkan generasi muda yang tidak hanya melek digital, tetapi juga siap memimpin inovasi di era kecerdasan artifisial baik di tingkat nasional maupun ASEAN.