Isi Berita / Informasi
TAHURA KGPAA Mangkunegoro I, 25 Mei 2026 – Suasana pagi yang sejuk dan asri di kawasan Taman Hutan Rakyat (TAHURA) KGPAA Mangkunegoro I terasa semakin hidup dan penuh semangat hari ini. Sebanyak 600 siswa dari kelas X dan kelas XI SMK Negeri Jenawi berkumpul mengikuti kegiatan besar bertajuk Sociocultural Capacity Building. Kegiatan yang dirancang khusus untuk mengasah kemampuan sosial dan budaya ini berlangsung meriah dan tertib, dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir pukul 14.00 WIB, dengan didampingi serta dipandu langsung oleh Bapak Ibu Guru dan seluruh staf karyawan SMK Negeri Jenawi.
Rangkaian acara diawali dengan apel pembukaan yang dipimpin oleh pembina upacara. Dalam barisan yang rapi dan tertib, seluruh peserta mendengarkan arahan serta tata tertib kegiatan yang akan berlangsung. Suasana semakin hangat dan akrab saat dilanjutkan dengan sesi senam pagi bersama. Diiringi irama musik yang bersemangat, seluruh siswa, guru, dan staf bergerak serentak menyegarkan tubuh, menjadi pemanasan yang tepat sebelum memasuki rangkaian kegiatan inti. Senam ini bukan sekadar olahraga, melainkan momen awal penyatuan semangat dan kekompakan antar seluruh warga sekolah.
Puncak kegiatan berlangsung pada sesi permainan luar ruangan atau outbound yang telah disiapkan dengan matang. Ada lima jenis permainan utama yang menjadi sorotan dan diikuti dengan antusiasme tinggi oleh setiap kelompok, yaitu Pesan Berantai, Lompat Zig-Zag, Menyeberangi Pulau, Merayap, dan Jalan Rintang. Kelima jenis permainan ini dirancang secara khusus tidak hanya untuk hiburan atau sekadar aktivitas fisik, namun sarat akan nilai-nilai pendidikan karakter.
Dalam setiap tantangan yang diberikan, para siswa dituntut untuk bergerak aktif, berpikir cepat, dan bertindak cermat. Melalui permainan Pesan Berantai, siswa belajar pentingnya komunikasi yang jelas dan efektif agar informasi tersampaikan dengan benar. Permainan Lompat Zig-Zag dan Menyeberangi Pulau melatih ketangkasan sekaligus strategi kerja sama tim agar semua anggota kelompok dapat mencapai tujuan bersama. Sementara itu, tantangan Merayap dan Jalan Rintang menguji ketahanan fisik serta kepercayaan antar teman satu tim, di mana keberhasilan hanya dapat dicapai jika ada rasa saling percaya dan saling tolong-menolong. Seluruh rangkaian kegiatan ini sukses menjadi wadah pembelajaran nyata dalam memecahkan masalah bersama, mempererat ikatan persahabatan, dan membangun jiwa kepemimpinan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMK Negeri Jenawi, Bapak Andi Saputro, S.Kom., hadir di tengah-tengah para siswa dan memberikan sambutan serta arahan penting. Beliau menyampaikan pandangan mendalam mengenai makna belajar yang sesungguhnya. “Kegiatan belajar tidak hanya dilakukan di dalam ruangan, di balik sekat dinding tembok kelas semata. Namun, belajar juga dapat dilakukan di tengah-tengah hutan yang indah seperti ini, berbaur dengan alam, dan berinteraksi secara langsung dengan teman-teman seperjuangan,” tegas Bapak Andi Saputro.
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk memupuk rasa solidaritas, kerja sama, dan tekad yang kuat di dalam diri setiap siswa. Nilai-nilai tersebut, menurut beliau, adalah bekal hidup yang paling berharga dan krusial bagi masa depan mereka kelak saat terjun ke masyarakat maupun dunia kerja.
Menjelang pukul 14.00 WIB, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan apel penutupan. Wajah-wajah lelah tampak terlihat, namun tersenyum bahagia dan penuh kepuasan. Kegiatan Sociocultural Capacity Building ini bukan hanya meninggalkan kenangan indah, tetapi juga membawa pulang pelajaran berharga: bahwa kekuatan terbesar seorang siswa SMK Negeri Jenawi terletak pada kemampuan mereka untuk bersatu, berkomunikasi, dan tumbuh berkembang bersama.
Rangkaian acara diawali dengan apel pembukaan yang dipimpin oleh pembina upacara. Dalam barisan yang rapi dan tertib, seluruh peserta mendengarkan arahan serta tata tertib kegiatan yang akan berlangsung. Suasana semakin hangat dan akrab saat dilanjutkan dengan sesi senam pagi bersama. Diiringi irama musik yang bersemangat, seluruh siswa, guru, dan staf bergerak serentak menyegarkan tubuh, menjadi pemanasan yang tepat sebelum memasuki rangkaian kegiatan inti. Senam ini bukan sekadar olahraga, melainkan momen awal penyatuan semangat dan kekompakan antar seluruh warga sekolah.
Puncak kegiatan berlangsung pada sesi permainan luar ruangan atau outbound yang telah disiapkan dengan matang. Ada lima jenis permainan utama yang menjadi sorotan dan diikuti dengan antusiasme tinggi oleh setiap kelompok, yaitu Pesan Berantai, Lompat Zig-Zag, Menyeberangi Pulau, Merayap, dan Jalan Rintang. Kelima jenis permainan ini dirancang secara khusus tidak hanya untuk hiburan atau sekadar aktivitas fisik, namun sarat akan nilai-nilai pendidikan karakter.
Dalam setiap tantangan yang diberikan, para siswa dituntut untuk bergerak aktif, berpikir cepat, dan bertindak cermat. Melalui permainan Pesan Berantai, siswa belajar pentingnya komunikasi yang jelas dan efektif agar informasi tersampaikan dengan benar. Permainan Lompat Zig-Zag dan Menyeberangi Pulau melatih ketangkasan sekaligus strategi kerja sama tim agar semua anggota kelompok dapat mencapai tujuan bersama. Sementara itu, tantangan Merayap dan Jalan Rintang menguji ketahanan fisik serta kepercayaan antar teman satu tim, di mana keberhasilan hanya dapat dicapai jika ada rasa saling percaya dan saling tolong-menolong. Seluruh rangkaian kegiatan ini sukses menjadi wadah pembelajaran nyata dalam memecahkan masalah bersama, mempererat ikatan persahabatan, dan membangun jiwa kepemimpinan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMK Negeri Jenawi, Bapak Andi Saputro, S.Kom., hadir di tengah-tengah para siswa dan memberikan sambutan serta arahan penting. Beliau menyampaikan pandangan mendalam mengenai makna belajar yang sesungguhnya. “Kegiatan belajar tidak hanya dilakukan di dalam ruangan, di balik sekat dinding tembok kelas semata. Namun, belajar juga dapat dilakukan di tengah-tengah hutan yang indah seperti ini, berbaur dengan alam, dan berinteraksi secara langsung dengan teman-teman seperjuangan,” tegas Bapak Andi Saputro.
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk memupuk rasa solidaritas, kerja sama, dan tekad yang kuat di dalam diri setiap siswa. Nilai-nilai tersebut, menurut beliau, adalah bekal hidup yang paling berharga dan krusial bagi masa depan mereka kelak saat terjun ke masyarakat maupun dunia kerja.
Menjelang pukul 14.00 WIB, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan apel penutupan. Wajah-wajah lelah tampak terlihat, namun tersenyum bahagia dan penuh kepuasan. Kegiatan Sociocultural Capacity Building ini bukan hanya meninggalkan kenangan indah, tetapi juga membawa pulang pelajaran berharga: bahwa kekuatan terbesar seorang siswa SMK Negeri Jenawi terletak pada kemampuan mereka untuk bersatu, berkomunikasi, dan tumbuh berkembang bersama.